Pemkab Barito Kuala

Tak Cuma Bantuan, Warga Terdampak Banjir di Kuripan Batola Juga Minta Solusi Jangka Panjang

Setelah lebih dari sepekan direndam luapan Sungai Barito, warga di Kecamatan Kuripan, Barito Kuala (Batola), juga berharap solusi jangka panjang dari pemerintah

Featured-Image
Penjabat Bupati Batola, Mujiyat, meninjau lokasi banjir akibat luapan Sungai Barito di Desa Rimbun Tulang, Kecamatan Kuripan, Kamis (1/2). Foto: Dokpim Batola

bakabar.com, MARABAHAN - Setelah lebih dari sepekan direndam luapan Sungai Barito, warga di Kecamatan Kuripan, Barito Kuala (Batola), juga berharap solusi jangka panjang dari pemerintah.

Dari sembilan desa di Kuripan, sebagian besar masih terendam air dengan ketinggian antara 40 hingga 50 sentimeter. Namun terkadang air bisa bertambah tinggi, seiring pasang sungai.

Kejadian itu pun berdampak kepada 1.563 rumah yang dihuni 1.303 kepala keluarga atau sekitar 6.278 jiwa, serta belasan kilometer jalan.

Adapun rumah, fasilitas publik dan jalan yang terdampak banjir, sebagian besar berada di bantaran sungai.

Baca Juga: Bantuan Warga Terdampak Banjir di Kuripan Batola Mulai Dikirimkan

Bantuan logistik sendiri sudah disalurkan kepada warga sejak, Rabu (31/1), baik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan maupun Batola.

Namun demikian, warga juga berharap solusi jangka panjang. Salah satunya meninggikan jalan agar tetap dapat dilalui, sekalipun air sungai pasang tinggi.

Harapan diutarakan langsung kepada Penjabat Bupati Batola, Mujiyat, di sela peninjauan lokasi banjir di Desa Rimbun Tulang, Kamis (1/2).

"Bahkan air juga menggenangi beberapa ruas Jalan Kutabamara di Kuripan," papar Asliannor, Kepala Desa Jambu Baru.

"Seperti di Desa Jambu Baru, Jalan Kutabamara yang tergenang sepanjang 2,5 kilometer. Juga terdapat beberapa ruas lain yang tergenang di Jarenang dan Kuripan," imbuhnya.

Diskusi singkat Penjabat Bupati Batola, Mujiyat, dengan sejumlah kepala desa di Kecamatan Kuripan, Kamis (1/2). Foto: Dokpim Batola
Diskusi singkat Penjabat Bupati Batola, Mujiyat, dengan sejumlah kepala desa di Kecamatan Kuripan, Kamis (1/2). Foto: Dokpim Batola

Selain perbaikan jalan, masyarakat setempat juga menginginkan pembangunan titik kumpul. Meski sudah sering direndam banjir, fasilitas pengungsian sementara ini ternyata belum tersedia di Kuripan.

Kemudian pemulihan pascabanjir, warga menginginkan memperoleh program bedah rumah, terutama peninggian tiang dan perbaikan lantai.

Menanggapi harapan tersebut, Mujiyat menjanjikan bahwa Pemkab Batola akan berupaya memenuhi sebagian dengan cara bertahap.

"Sejumlah keinginan masyarakat di Kuripan sudah kami tampung. Di antaranya peninggian jalan, pembangunan titik kumpul dan meninggikan bangunan sekolah yang terendam," papar Mujiyat.

"Tentu kami akan mengambil langkah prioritas untuk mewujudkan keinginan tersebut. Diawali dengan pembangunan titik kumpul yang akan dianggarkan dalam Anggaran Perubahan 2024," tambahnya.

Sementara terkait bedah rumah, Pemkab Batola sedianya sudah mencanangkan perbaikan 650 unit dalam tahun anggaran 2024 dengan sasaran rehabilitasi atap, lantai dan dinding (aladin) senilai Rp25 juta per unit.

Baca Juga: Banjir di Kuripan Batola Meningkat, Sekolah Terpaksa Diliburkan

"Sesuai permintaan masyarakat Kuripan, sasaran utama rehabilitasi adalah meninggikan tiang dan lantai rumah. Artinya hanya istilah yang diubah, tetapi dengan bujet kurang lebih sama," tegas Mujiyat.

Adapun terkait perbaikan jalan, Batola berharap campur tangan Pemprov Kalimantan Selatan. Hal ini sudah terbukti dalam peningkatan jalan Kuala Lupak dan Tanggul Rejo di Tabunganen.

"Kami akan melapor kepada Gubernur Kalimantan Selatan. Meski jalan di Kuripan merupakan ranah kabupaten, tidak menutup kemungkinan provinsi campur tangan," beber Mujiyat.

Editor
Komentar
Banner
Banner