BPJS Kesehatan Barabai

Pengalaman Rawat Inap, Auliyanti Terbebas Biaya!

apahabar.com, BARABAI – Dua hari dirawat di rumah sakit menjadi pengalaman sepanjang hidup Desy Auliyanti (30)….

Featured-Image
Auliyanti memastikan KIS-nya selalu aktif agar bisa terus digunakan sewaktu berobat.Foto-Istimewa

bakabar.com, BARABAI – Dua hari dirawat di rumah sakit menjadi pengalaman sepanjang hidup Desy Auliyanti (30).

Ya, 2013 silam, Auliyanti melahirkan anak pertamanya. Dia diharuskan untuk dirawat di rumah sakit.

Meski tidak menjalani tindakan bedah untuk proses melahirkan anaknya, akan tetapi dikarenakan adanya penyulit yang menyebabkan dirinya dirujuk ke rumah sakit oleh dokter dari faskes pertamanya.

"Saya ingat sekali dokter di faskes pertama saat itu bilang, saya dirujuk dan tidak perlu takut pokoknya berbekal surat rujukan dan kartu BPJS Kesehatan saya dan keluarga berangkat ke rumah sakit," ucapnya.

Selama menjalani rawat inap, Auliyanti terbebas dari biaya.

Sebab dia dijamin oleh Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Ya, Auliyanti terdaftar sebagai peserta yang iurannya dibayarkan.

Status kepesertaannya di BPJS Kesehatannya tergabung pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

“Semuanya lancar dan tidak ada dipersulit sama sekali dari awal sampai akhir," katanya.

Auliyanti bilang, pelayanan yang diberikan sangat baik dan tidak membeda-bedakan. Baik itu pasien yang memakai jaminan lain, pribadi maupun dari BPJS Kesehatan.

“Dari sisi pembiayaan juga saya memperoleh penjaminan penuh," ujarnya.

Pengalaman penjaminan dari program JKN saat memperoleh pelayanan kesehatan ternyata menjadi satu kenangan manis bagi Auliyanti .

Terlebih saat menatap sang buah hati maupun ketika melintasi rumah sakit tempatnya dirawat dulu.

"Rasa terima kasih dan bersyukur saya terus muncul kepada program ini karena berkat program inilah saya bisa melahirkan anak saya secara gratis di rumah sakit, saya juga bisa berobat ke faskes tingkat pertama tanpa perlu waswas tidak dijamin," tegasnya.

Auliyanti bertekad untuk terus menjaga kepesertaannya aktif meski suatu saat nanti tidak lagi ditanggung dari pemberi kerjanya. Prinsip gotong royong pada program itu sudah dikecapnya.

Dengan iuran, Auliyanti dapat membantu peserta lain yang membutuhkan saat dirinya sehat.

"Kalau nanti tidak ditanggung lagi dari kantor, saya juga ingin mendaftar jadi peserta mandiri saja supaya bisa terus aktif dan membantu peserta lain, sama seperti saat saya membutuhkan saat itu, saya terbantu berkat iuran dari peserta lain," tutupnya.



Komentar
Banner
Banner