Nasional

Pemerintah Ajak Masyarakat Waspadai Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Apahabar.com, JAKARTA – Kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan beberapa Minggu ini. Hal ini tidak…

Featured-Image
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Reisa Broto Asmoro menyampaikan keterangan pers tentang update kondisi Covid-19 di Indonesia. Foto: Apahabar.com

Apahabar.com, JAKARTA - Kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan beberapa Minggu ini. Hal ini tidak lepas dari berkembangnya subvarian jenis BA.4 dan BA.5. Diketahui hingga tanggal 12 Juli 2022, terdapat tiga provinsi di Indonesia yang menyumbang varian BA.4 dan BA.5 terbanyak di antaranya Jakarta, Surabaya, dan Bali.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Reisa Broto Asmoro memaparkan bahwa setelah melalui pemeriksaan Whole Genom Sequencing (WGS) ditemukan sejumlah kasus varian BA.4 Jakarta menyumbang 146 kasus, Jawa Timur 17 kasus, dan Bali 17 kasus.

Sedangkan untuk BA.5 Jakarta menyumbang 1.829 kasus, Jawa Timur 166 kasus, dan Bali 77 kasus. Provinsi lain yang juga menyumbang subvarian BA.4 dan BA.5 seperti Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Selatan.

"Subvarian baru ini yang menyebabkan kenaikan kasus di beberapa negara di dunia sejauh ini menyebabkan gejala yang cukup ringan," ujar Reisa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (15/7/2022).

Dia juga mengungkapkan hingga per 13 Juli 2022 jumlah ketersediaan tempat tidur berada di angka 3,22 persen. Meski angka ketersediaan tempat tidur masih rendah, angka ini disebutnya mengalami kenaikan jika dibandingkan Juni yakni sebesar 2,03 persen.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kata Reisa, per 13 Juli 2022 situasi Indonesia masuk ke dalam level dua. Pada level tersebut menjelaskan transmisi komunitas kasus di Indonesia berada di angka rasio 6,70 kasus per 100.000 penduduk per minggu.

Reisa menambahkan Kementerian Kesehatan memperkirakan puncak kenaikan kasus akan terjadi di bulan Juli di minggu ketiga dan keempat. Adapun, jumlah kenaikan kasus diperkirakan mencapai 20.000 kasus per harinya.

Karena itu, pemerintah kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga diri dengan melakukan beberapa cara seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak yang semuanya harus dijalankan secara disiplin.

"Kita pernah berhasil menekan jumlah kasus sebelum muncul subvarian baru ini. Ingat, apapun variannya, pencegahannya tetap sama. Oleh karena itu, mari ingat kembali cara kita menjaga diri agar tidak terinfeksi," pungkasnya. (Thomas)



Komentar
Banner
Banner