Hot Borneo

Mengintip Aktivitas RPH Marabahan Selama Iduladha

Ketika matahari belum muncul di ufuk barat, aktivitas Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Marabahan sudah mulai terlihat.

Featured-Image
Salah seorang petugas memeriksa bagian tubuh sapi yang sudah dipotong. Foto: Istimewa

bakabar.com, MARABAHAN – Ketika matahari belum muncul di ufuk barat, aktivitas Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Marabahan sudah mulai terlihat.

Memasuki H+1 Iduladha 1441 Hijriah, Sabtu (1/8), bangunan yang berada di tengah-tengah perkebunan karet di Kecamatan Barambai itu sudah terlihat terang-benderang.

Menggunakan sepeda motor, beberapa pekerja mulai berdatangan. Kemudian tanpa banyak komando, mereka langsung melaksanakan tugas.

Lantas satu per satu sapi yang menempati kandang singgah di bagian belakang bangunan utama, ditarik memasuki mesin perebah.

Dalam posisi kaki dan badan terkunci bilah besi, sapi tak bisa banyak berontak sebelum direbahkan dan siap dipotong.

Cara ini jauh lebih praktis dibanding penyembelihan konvensional. Untuk merebahkan seekor sapi, dibutuhkan setidaknya empat sampai lima orang. Itu belum termasuk kemungkinan tali pengikat terlepas.

Sejurus kemudian seorang penjagal mengenakan kopiah putih datang, sembari menghunus sebilah golok. Setelah membaca doa, sang penjagal memulai proses pemotongan sapi.

“Sesuai dengan jadwal, pemotongan memang dilakukan subuh antara pukul 03.00 hingga 05.00,” papar Lasiman, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Barito Kuala.

“Pemotongan paling lambat dilakukan pukul 08.00. Dengan demikian, daging cepat diantar kepada pemilik hewan kurban dan langsung didistribusikan,” sambungnya.

Tanpa melibatkan banyak orang, pekerjaan dapat selesai tepat waktu, baik pemotongan hingga pembungkusan. Di antara proses itu, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan daging.

“Dimulai pukul 03.00, proses pemotongan hingga persiapan pengantaran daging 7 ekor sapi sudah selesai sekitar pukul 08.00,” jelas Lasiman.

“Sebenarnya pemotongan sudah dimulai 31 Agustus. Alhamdulillah selama dua hari, proses pemotongan lancar. Kendala kami hanya membiasakan pekerja mengenakan APD,” sambungnya.

Total terdapat 18 ekor sapi yang dimasukkan ke RPH Marabahan. Sementara di luar Iduladha, fasilitas yang dibangun dengan biaya Rp2,1 miliar tersebut rata-rata memotong 12 ekor sapi per bulan.

“Sebenarnya lebih praktis memotong hewan di RPH, karena daging sudah dibungkus per 0,5 kilogram atau sesuai permintaan,” papar Amin, warga Marabahan yang pertama kali memotong hewan di RPH.

“Bagian lain seperti kulit, kaki dan kepala juga dapat dikirimkan. Namun kebanyakan pemilik hewan langsung menyumbangkan bagian itu,” tandasnya.



Komentar
Banner
Banner