bakabar.com, RANTAU – Lebaran memasuki hari ketiga, sejumlah wilayah di Tapin masih terendam banjir.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin, banjir berdampak terhadao 844 kepala keluarga atau 3.196 jiwa. Kawasan yang terdampak meliputi Kecamatan Tapin Selatan, Tapin Utara, Bungur, dan Lokpaikat.
Kawasan yang terdampak di Tapin Selatan adalah Desa Harapan Masa dan Kelurahan Tambarangan dengan total 147 kepala keluarga atau 578 jiwa.
Sedangkan di Tapin Utara, banjir melanda Kelurahan Rangda Malingkung, Kupang, Rantau Kiwa, serta Desa Lumbu Raya dan Perintis Raya dengan total 610 kepala keluarga atau 2.258 jiwa.
Adapun di Bungur, sedikitnya 14 kepala keluarga atau 43 jiwa di Desa Bungur Baru terdampak banjir. Sementara di Lokpaikat, banjir berdampak terhadap 10 kepala keluarga atau 41 jiwa di Kelurahan Bitahan.
Atas kejadian tersebut, Bupati H Yamani bersama rombongan telah meninjau langsung kondisi banjir di Tapin Utara, Rabu (2/4), didampingi Sekretaris Daerah, Wakil Ketua DPRD Tapin H Midfay Syahbani, serta anggota DPRD Tapin H Taufiq dan Yuspiannor, beserta dinas terkait.
Tak sekadar meninjau, Yamani langsung menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan pengerukan gorong-gorong guna memperlancar aliran air yang tersumbat.
"Untuk penanganan sementara, sudah diinstruksikan kepada dinas terkait untuk melakukan pengerukan gorong-gorong supaya aliran air yang tersumbat dapat mengalir normal," ungkap Yamani.
Yamani juga sempat membersihkan selokan yang tersumbat dengan mengangkat batang pohon dan sampah yang menghambat aliran air.
"Saluran harus bebas dari sampah agar air bisa mengalir dengan lancar. Kalau tidak lancar, air akan terus menggenang dan membahayakan warga," jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Tapin telah menyiapkan dapur umum dan enam tenda pengungsian jika debit air semakin meningkat. Bahkan Pendopo Kantor Bupati Tapin disiapkan sebagai tempat penampungan darurat.
"Kalau situasi makin memburuk, kami memastikan warga mendapat tempat yang aman, termasuk di Pendopo Kantor Bupati Tapin," beber Yamani.
Sementara tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih terus melakukan pemantauan, serta pembersihan saluran air untuk mengurangi genangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapin, Sopyan, menegaskan bahwa mereka masih bersiaga di titik-titik banjir.
"Kami terus melakukan evakuasi dan pemantauan. Debit air mulai menurun, tetapi warga tetap harus waspada terhadap kemungkinan hujan susulan," jelas Sopyan.