bakabar.com, BANJARBARU - Operasi Modifikasi Cuaca (MOC) di Kalimantan Selatan diklaim berhasil. Penyebabnya hujan turun di sejumlah wilayah Banjarbaru, Banjar dan Banjarmasin sejak 17 hingga 18 Juli 2026.
Meski tidak begitu deras dan hanya berdurasi sebentar, hujan tersebut diklaim dari hasil modifikasi cuaca.
"Alhamdulillah turun hujan setelah dilakukan OMC," papar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, Minggu (19/7).
OMC dilaksanakan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B berregistrasi PK-SNP. Dalam setiap penerbangan, pesawat mampu menyemaikan sekitar satu ton garam ke awan potensial untuk memicu hujan buatan.
Penyemaian dilakukan satu hingga dua kali dalam sehari atau bergantung kepada kondisi cuaca. Tercatat sudah sekitar 7 ton garam yang disemai sejak 15 Juli 2026 lalu.
OMC sendiri merupakan tindak lanjut atas penetapan status darurat kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di Kalsel yang telah ditetapkan sebelumnya.
Program hujan buatan tersebut merupakan usulan Pemprov Kalsel kepada BNPB guna mendukung upaya penanganan bencana di lapangan.
Dalam pelaksanaan di lapangan, BNPB menunjuk PT Milan Pillery Bersatu sebagai penyedia jasa Operasi Modifikasi Cuaca. Sementara pengoperasian pesawat Cessna Caravan 208B PK-SNP dilakukan melalui kerja sama dengan PT Smart Cakrawala Aviation.









