bakabar.com, BANJARMASIN - Pengendara yang setiap hari melintasi Jalan Veteran Km 5,5, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin, diminta bersiap mengubah rute perjalanan.
Penutupan salah satu jalur utama penghubung Banjar dengan Banjarmasin akibat perbaikan jalan diperkirakan berlangsung hingga satu bulan, sehingga rekayasa lalu lintas mulai diterapkan untuk mengantisipasi kemacetan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel bersama Forum Lalu Lintas dan Pemkot Banjarmasin telah menyiapkan sejumlah skema pengalihan arus kendaraan selama proses perbaikan berlangsung.
Kepala Dishub Kalsel, Fitri Hernadi, menjelaskan rekayasa lalu lintas disusun setelah tim melakukan survei langsung ke sejumlah ruas jalan alternatif yang akan digunakan masyarakat.
"Mengingat Sungai Lulut setiap hari memiliki volume kendaraan yang cukup padat, tentu akan terjadi peningkatan arus di jalur alternatif, terutama selama jam sibuk seperti pagi dan sore," papar Fitri, Kamis (16/7).
Untuk mengurangi potensi kemacetan, akan diterapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Skema ini akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan melalui pemasangan rambu-rambu sementara dan penempatan personel di sejumlah titik strategis.
"Kami menempatkan rambu-rambu dan personel agar penumpukan kendaraan dapat diminimalkan. Memang akan terjadi dampak terhadap kelancaran lalu lintas, tetapi kami berupaya agar tidak terjadi kemacetan yang signifikan," jelas Fitri.
Penutupan Jalan Veteran di Sungai Lulut dilakukan karena Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel sedang memperbaiki badan jalan yang mengalami penurunan.
Proses pekerjaan diperkirakan berlangsung selama 3 pekan hingga sebulan atau bergantung kondisi di lapangan. Selama masa perbaikan, seluruh kendaraan diminta memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan.
"Kami terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR agar proses perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin," beber Fitri.
"Diimbau kepada masyarakat agar tidak menerobos area penutupan, termasuk pengendara sepeda motor, karena dapat membahayakan keselamatan dan mengganggu proses pekerjaan," tutupnya.








