bakabar.com, BANJARMASIN – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan dari Fraksi PKS, Firman Yusi, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel segera mengambil langkah konkret untuk melindungi sekaligus memperkuat daya saing peternak ayam petelur lokal.
Menurut Firman, peternak di Kalsel saat ini menghadapi tekanan akibat membanjirnya telur dari luar daerah yang dipasarkan dengan harga lebih murah. Kondisi tersebut membuat peternak lokal kesulitan bersaing, terlebih di tengah tingginya biaya produksi, terutama harga pakan yang menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan.
Karena itu, ia meminta pemerintah menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada peternak rakyat, mulai dari penguatan tata niaga telur, pengawasan arus masuk telur dari luar daerah sesuai ketentuan, hingga upaya menekan biaya produksi melalui pengembangan bahan baku pakan lokal dan program efisiensi usaha peternakan.
Firman juga mendorong penguatan kemitraan, pendampingan teknis, perluasan akses permodalan, serta dukungan pemasaran bagi peternak. Selain itu, pemerintah diminta membangun dialog bersama asosiasi peternak dan para pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi meningkatkan daya saing peternak lokal.
"Peternak ayam petelur lokal harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah. Jangan sampai mereka terus terdesak oleh masuknya telur dari luar daerah yang dijual dengan harga lebih murah. Jika kondisi ini dibiarkan, banyak peternak terpaksa mengurangi populasi ternaknya bahkan menghentikan usahanya," ujar Firman Yusi, Sabtu (18/7).
Ia menegaskan, peternak ayam petelur memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah, menjamin stabilitas pasokan, membantu pengendalian inflasi pangan, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
"Melalui kebijakan yang adil, dukungan terhadap produksi, akses permodalan, dan penguatan pemasaran, saya optimistis peternak lokal mampu berkembang serta menjadi pilar ketahanan pangan di Kalimantan Selatan," tutupnya.









