Peristiwa & Hukum

Empat Kecelakaan di Perairan saat Mudik 2023 Jadi Atensi Polda Kalsel

Catatan ini menjadi penting bagi kepolisian perairan. Tak terkecuali di Polda Kalimantan Selatan (Kalsel).

Featured-Image
Ditpolairud Polda Kalsel menggelar rapat koordinasi bersama unsur kemaritiman guna persiapan pengaman arus mudik 2024. Foto: Syahbani

bakabar.com, BANJARMASIN - Empat kecelakan kapal motor di perairan menjadi catatan kelam arus mudik lebaran pada Tahun 2023 lalu.

Catatan ini menjadi penting bagi kepolisian perairan. Tak terkecuali di Polda Kalimantan Selatan (Kalsel).

Bercermin dari kejadian itu, langkah - langkah cepat pun dilakukan Polda Kalsel, khususnya yang dilakukan Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud), guna menekan kejadian serupa di lebaran Tahun 2024 ini.

“Mengacu evaluasi tahun kemarin, kendala-kendala yang lalu, kita perbaiki di tahun ini,” ujar Winarto, usai membuka rapat koordinasi unsur kemaritiman dalam rangka pengamanan lebaran 2024 di aula Mathilda, Kamis (28/3).  

Ya tadi siang, rapat koordinasi bersama stakeholder di kemaritiman serta para pemilik kapal digelar Ditpolairud Polda Kalsel. Berbagai langkah persiapan guna menghadapi mudik lebaran dibahas dalam rapat tersebut.

“Kita akan mendengarkan masing - masing kesiapan stakeholder. Dan kita sinergikan agar lebih lancar di lapangan demi melayani masyarakat yang akan melaksanakan mudik,” kata jendral bintang dua itu.

Dalam laporannya, Direktur Polairud Polda Kalsel, Kombes Pol Andi Adnan menyampaikan berdasar data yang mereka miliki, memang terjadi trend peningkatan kecelakaan kapal saat mudik lebaran di setiap tahunnya.

Adapun rinciannya di 2021 dan 2022 dua kejadian, sementara di 2023 meningkat jadi empat kejadian. Faktornya bermacam - macam. Dari akibat kapal tak laik laut, human error, hingga faktor cuaca ekstrim.

“Kita berharap dari data laka laut tiga tahun terakhir ini bisa kita analisa dan evaluasi sehingga kedepan tak terjadi lagi,” harapnya.

Tak kalah penting, dalam rapat tersebut yang menjadi fokus pembahasan soal jaminan tak adanya gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat (Kamtibmas) saat arus mudik lebaran di perairan tahun ini.

Dimana kata Andi Adnan, volume arus mudik yang selalu meningkat di setiap tahunya. Dimana selain memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi juga memiliki potensi meningkatnya gangguan Kamtibmas.

Oleh karenanya, pemetaan - pemetaan guna pencegahan gangguan Kamtibmas tersebut sudah semestinya dapat dilakukan sejak dini. Agar pada pelaksanaan nantinya gangguan tersebut dapat ditekan. 

Adapun kesiapan pengamanan yang dilakukan diantaranya dengan cara mendirikan 40 posko yang tersebar di wilayah dermaga maupun pelabuhan yang ada di Kalsel. Rincinya 20 posko pengamanan, 17 posko pelayanan dan tiga posko terpadu.

“Sementara untuk personel yang disiapkan dari Polri ada sebanyak 3.583 personel. Kita juga dibantu dari TNI serta stakeholder lain. Termasuk Pramuka,” bebernya.

Selain itu, Andi Adnan juga menyampaikan tekait daerah - daerah yang memiliki dermaga maupun pelabuhan yang siap untuk memberikan pelayanan pada saat arus mudik nanti.

Seperti dermaga rute dalam provinsi ada di Banjarmasin, Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, dan Kotabaru. Lalu untuk dermaga Banjar Raya disiapkan untuk rute antar provinsi Kalsel - Kalimantan Tengah. 

Lalu untuk rute antar pulau ada pelabuhan Trisakti Banjarmasin, pelabuhan Samudra Batulicin dan pelabuhan Stagen Kotabaru. Dan dua dermaga penyeberangan yakni dermaga ferry Batulicin dan Ferry Tanjung Serdang.

Editor
Komentar
Banner
Banner