Kalsel Darurat Karhutla

Dampak Karhutla, Ribuan Warga Banjarbaru Idap ISPA

Karhutla nyaris terjadi setiap hari di Banjarbaru, Kalsel. Akibatnya, sebagian kecamatan berisiko tinggi terpapar ISPA.

Featured-Image
ISPA di Banua mencapai 8,6 ribu kasus. Foto-apahabar.com/Fida

bakabar.com, BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nyaris terjadi setiap hari di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Akibatnya, sebagian kecamatan di sana berisiko tinggi terpapar infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). 

Dua kecamatan yang dimaksud adalah Liang Anggang dan Cempaka. Keduanya dinilai memiliki tingkat karhutla tertinggi di Banjarbaru.

"Sebaran kebakarannya paling tinggi, sehingga berisiko ISPA," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr Juhai Triyanti Agustina, Jumat (25/8). 

Menurut dia, tercatat ribuan kasus pada tiap bulan selama 2023. Di mana pengidap tertinggi adalah bayi dan anak-anak.

Baca Juga: Kualitas Udara Banjarbaru Masuk Kategori Tidak Sehat Akibat Karhutla

Misalnya pada bulan Juli, pengidap ISPA usia 0 hingga 5 tahun tercatat 774 orang. Kemudian usia 5 hingga 9 tahun sebanyak 390 orang, usia 9 hingga 60 tahun sebanyak 1.228 orang, dan usia diatas 60 tahun sebanyak 211 orang.

Meski begitu, tren tertinggi kasus ISPA adalah bulan Mei 2023. Karenanya, penyebab ISPA bukan hanya karhutla. 

"Penyebab ISPA bisa bermacam-macam, bisa dari alergi, dari infeksi bakteri atau virus. Jadi bukan karena karhutla saja," jelasnya. 

Kemudian, Juhai juga memberikan tips untuk mencegah ISPA. Yakni menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. 

"Misal pakai masker, lalu menjaga makan dan minum untuk daya tahan tubuh," tandasnya. 

Baca Juga: Pengacara Dipolisikan Buntut Kasus Perselingkuhan ASN Banjarbaru

Sementara itu, berdasarkan data Puskesmas Liang Anggang, ada puluhan orang mengalami penyakit ISPA di wilayah tersebut. Catatan terakhir, ada 46 pasien ISPA pada periode 26 Juli hingga 14 Agustus 2023.

RSUD Kota Banjarbaru juga mencatatkan hal serupa. Ada 21 kasus ISPA bulan ini yang didominasi anak-anak usia 1-4 tahun.

"Pasien kasus ISPA tersebut dari Landasan Ulin, Banjarbaru Selatan, dan Banjarbaru Utara,” ungkap Direktur RSD Idaman Kota Banjarbaru, dr Danny Indra Wardhana.

Karenanya, dia juga mengimbau agar masyarakat mengambil tindakan pencegahan guna melindungi diri sendiri dan keluarga dari dampak Karhutla. 

Editor


Komentar
Banner
Banner