bakabar.com, JAKARTA – Jus Buah adalah minuman yang lezat, segar, dan favorit banyak orang. Amankah minum jus buah setiap hari?
Sebagian orang mungkin percaya bahwa jus buah kurang sehat dibandingkan dengan buah utuh karena kandungan gula yang lebih tinggi, jumlah kalori yang lebih banyak, dan serat yang lebih sedikit.
Seiring waktu, hal ini dapat mengurangi rasa kenyang dari minuman ini dan berkontribusi pada penambahan berat badan serta risiko obesitas.
Namun, penelitian lain mengindikasikan bahwa mengonsumsi jus secara teratur dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan dan dapat diintegrasikan ke dalam pola makan yang seimbang.

Baca Juga: Stroberi Buah yang Tak Sekadar Segar, tapi Kaya Nutrisi
Apa yang Terjadi jika Mengkonsumsi Jus Setiap Hari?

Kesehatan Anda dapat dipengaruhi dengan cara yang berbeda oleh kebiasaan minum jus setiap hari, tergantung pada jenis jus dan bahan-bahannya.
Sebagai langkah rutin, disarankan untuk menjadi konsumen yang bijak dengan memeriksa label dan daftar bahan sebelum membeli, sehingga dapat menghindari konsumsi gula dan kalori berlebih yang tidak diinginkan.
“Saat memilih jus kemasan, pilihlah jus dengan jumlah bahan paling sedikit untuk kesegarannya,” kata Garcia. "Beberapa jus mengandung bahan pengawet, pewarna, dan perasa yang berbahaya."
Bolehkah Mengonsumsi Jus Tiap Hari?

Meskipun ada manfaat gizi dalam meminum jus, seperti vitamin C dan potasium, sebaiknya tidak meminum jus setiap hari sebagai kebiasaan utama.
Jus cenderung tinggi gula, kalori, dan kurang serat. Sebagai alternatif yang lebih baik, lebih baik mengonsumsi buah secara langsung dalam bentuk makanan utuh.
Jus Apa yang Paling Baik?

Jus yang paling sehat untuk dipilih adalah jus buah 100%. Jika memungkinkan, minumlah jus buah 100% yang mengandung ampas.
“Daging buahnya meningkatkan kandungan serat pada jus, membantu tubuh Anda mengelola kadar gula darah dengan lebih baik,” ujar Garcia.
Bolehkah minum jus saat perut kosong?

“Minum jus saat perut kosong bisa menyebabkan lonjakan gula darah, Peningkatan kadar gula darah secara kronis dapat menyebabkan masalah kesehatan dan meningkatkan risiko terkena diabetes,” tambah Garcia.