Hot Borneo

Bertemu Kapolres Batola, Warga Anjir Pasar Curhat Soal Keamanan Masjid

Sejumlah warga Anjir Pasar mencurahkan isi hati, ketika bertemu Kapolres Barito Kuala (Batola) di Masjid Baiturrahman dalam sesi Jumat Curhat, Jumat (17/2).

Featured-Image
Kapolres Barito Kuala, AKBP Diaz Sasongko, menerima curhat warga Anjir Pasar di Masjid Baiturrahman, Jumat (17/2). Foto: Humas Polres Batola

bakabar.com, MARABAHAN - Sejumlah warga Anjir Pasar mencurahkan isi hati, ketika bertemu Kapolres Barito Kuala (Batola) di Masjid Baiturrahman dalam sesi Jumat Curhat, Jumat (17/2).

Terutama pengamanan di sekitar masjid, warga menginginkan pemasangan rambu-rambu, terutama di tempat ibadah yang berlokasi di Jalan Trans Kalimantan.

"Sebaiknya dipasang rambu-rambu jalan di sekitar masjid, terutama yang berada di pinggir Jalan Trans Kalimantan. Penyebabnya sudah beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas," papar H Norfansyah, warga setempat

"Kami juga meminta solusi agar pencurian kotak amal masjid tidak terulang kembali," imbuhnya.

Kemudian warga lain bernama H Mawardi mengeluhkan toilet masjid yang digunakan untuk kegiatan melanggar hukum.

"Kami sering menemukan bungkus obat mengandung Carminofein di toilet masjid," papar Mawardi.

Diketahui Carminofein merupakan jenis obat daftar G. Sama berbahaya dari obat lain yang mengandung Carisoprodol, izin edar Carminofein juga telah dicabut sejak 2013 oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menanggapi curhatan warga, Kapolres AKBP Diaz Sasongko menjelaskan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Batola untuk pemasangan rambu di sekitar masjid di Jalan Trans Kalimantan.

"Kami juga akan menindaklanjuti dengan melaksanakan patroli dan pengaturan dalam setiap kegiatan keagamaan," papar Diaz Sasongko.

"Sementara terkait aksi pencurian kotak amal, kami menyarankan pemasangan CCTV di areal masjid. Di sisi lain, kami juga melaksanakan patroli," imbuhnya.

Selain keamanan masjid, kegiatan yang juga dihadiri Camat, Danramil 1005-09, Ketua MUI, Ketua Asosiasi Kepala Desa Anjir Pasar dan sejumlah warga itu juga mengapungkan persoalan lain.

Di antaranya upaya menghadapi radikalisme dan terorisme, pembakaran untuk membuka lahan pertanian, dan hukuman pencemaran nama baik melalui media sosial.

Diketahui Jumat Curhat sudah berlangsung sejak 30 Desember 2012 dilaksanakan semua Polres di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan. Beragam masukan dan keluhan masyarakat pun sudah diperoleh.

"Masukan itu berarti penting untuk kepolisian, di antaranya untuk mengevaluasi kinerja dan pelayanan,” tambah Kasi Humas AKP Abdul Malik.

"Juga dapat menjadi acuan dalam pengambilan langkah-langkah strategis untuk menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif," tandasnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner