bakabar.com, MARABAHAN - Normalisasi Sungai Ray 2 (sebelumnya tertulis Ray 1) di Kecamatan Alalak, Barito Kuala (Batola), dipastikan tetap berlanjut sesuai rencana tanpa penggusuran bangunan warga.
Keputusan ini diambil tanpa melalui negosiasi alot, setelah pertemuan pemilik bangunan di sepanjang Sungai Ray 2 dengan Bupati H Bahrul Ilmi di Aula Kecamatan Alalak, Rabu (14/1).
Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Bupati Herman Susilo, Kepala Dinas Perhubungan Jaya Hidayatullah, Kepala Satpol PP Muhammad Sya’rawi, serta Camat Alalak Didik Kaharuddin.
Hadir pula perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) III Kalimantan, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan, dan Kantor Pertanahan Batola.
“Kami berusaha melakukan yang terbaik, terutama untuk mengatasi persoalan banjir. Kondisi Sungai Ray 2 mulai dari Simpang Empat Handil Bakti sudah mulai dangkal,” ungkap Bahrul.
Menyikapi keinginan yang berkembang di masyarakat belakangan, pengerukan sungai akan dilakukan dengan pendekatan berbeda dan menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Di area yang tidak terdapat bangunan, pengerukan dilakukan menggunakan excavator. Namun di bagian belakang bangunan, pembersihan dilakukan secara manual melalui gotong royong seluruh pemilik bangunan,” jelas Bahrul dan disambut tepuk tangan warga.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan gotong royong dijadwalkan berlangsung, Kamis (14/1) mulai pukul 08.00 Wita. Masyarakat yang berpartisipasi akan mendapatkan makan siang serta uang lelah sebesar Rp100 ribu.
Dalam pertemuan tersebut, warga juga menyampaikan bahwa bangunan yang sebelumnya disebut berada di jalur hijau dan terancam digusur, diyakini tidak berada di kawasan tersebut.
Penyebabnya sebelum pembangunan Jalan Trans Kalimantan, lahan tersebut berstatus milik warga yang dibuktikan dengan surat kepemilikan seperti segel maupun sertipikat.









