News

Bangun dari Dana Sendiri, Kantor Baru Desa Pelangsian Jadi Simbol Perbaikan Layanan Publik

Pemerintah Desa Pelangsian resmi memiliki kantor desa baru yang lebih representatif. Pembangunan ini menjadi simbol pembenahan pelayanan publik.

Featured-Image
Kantor Desa Pelangsian yang baru diresmikan, tampak megah dan moderen. Kamis (26/3/2026). Foto: bakabar.com/Ilhamsyah Hadi

bakabar.com, SAMPIT – Pemerintah Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, kini resmi memiliki kantor desa baru yang lebih representatif.

Pembangunan ini menjadi simbol peningkatan pelayanan publik sekaligus tata kelola pemerintahan desa yang semakin baik.

Kepala Desa Pelangsian, Ismail, menjelaskan pembangunan kantor desa dilatarbelakangi kondisi kantor lama yang sudah tidak memadai. Seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan masyarakat, ruang kerja menjadi sempit dan kurang efektif.

“Pelayanan semakin meningkat, sementara kondisi kantor lama sudah tidak mendukung. Karena itu kami bangun kantor baru ini,” ujar Ismail usai peresmian kantor desa, Kamis (26/3/2026).

Ia menegaskan, pembangunan tersebut bukan keputusan sepihak, melainkan hasil kesepakatan bersama melalui Musyawarah Desa (Musdes), Musrenbang, serta pembahasan dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Menariknya, pembangunan kantor desa ini tidak bergantung pada bantuan instansi lain, melainkan hasil pengelolaan keuangan desa sendiri. Dana dihimpun secara bertahap dari Pendapatan Bagi Hasil (PBH) dan retribusi sejak 2021 hingga 2024.

“Ibaratnya kami menabung. Dana kami kumpulkan sedikit demi sedikit sampai akhirnya cukup untuk membangun kantor ini,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, Ismail juga menyoroti kemajuan dalam aspek administrasi pemerintahan. Ia mengakui, pada awal masa jabatannya pada 2020, pengelolaan administrasi desa masih banyak kekurangan dan temuan dari inspektorat. Namun dalam tiga tahun terakhir, kondisi tersebut berhasil dibenahi.

“Alhamdulillah sejak 2023 sampai sekarang, laporan administrasi sudah tidak mengalami keterlambatan lagi,” katanya.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur desa juga terus berjalan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Sejumlah ruas jalan seperti Jalan Niaga dan Jalan Mupakat telah rampung 100 persen melalui dukungan pemerintah provinsi, sementara beberapa ruas lainnya masih dikerjakan secara bertahap.

“Kendala utama kami ada pada jalan yang berstatus milik kabupaten, karena pembiayaannya tidak bisa langsung dari desa. Apalagi saat ini ada efisiensi anggaran dari pusat,” ungkap Ismail.
Meski begitu, pihaknya tetap optimistis melanjutkan pembangunan hingga sisa masa jabatan 2026–2028.

Sementara itu, Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, mengapresiasi capaian Desa Pelangsian. Ia menyebut desa tersebut sebagai desa tertua sekaligus induk di wilayahnya, sehingga layak menjadi contoh bagi desa lain.

“Ini kebanggaan bagi kami. Desa Pelangsian bisa menjadi role model, terutama dalam pengelolaan anggaran dan pembangunan,” ujarnya.

Ia juga menilai kemegahan kantor desa tersebut mencerminkan pemanfaatan dana desa yang tepat sasaran, terlebih pembangunan dilakukan melalui pengelolaan dana sisa (silpa) yang ditabung secara disiplin.

Irpansyah berpesan agar fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dengan baik serta diimbangi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan sampai ada lagi keluhan. Pelayanan harus semakin baik, transparansi anggaran juga harus terus dijaga,” tegasnya.

Editor


Komentar
Banner
Banner