Regional

Yonif 829/BA Panen Cabai Keriting, Bidik Produksi 2,5 Ton untuk Dukung Ketahanan Pangan HSS

Upaya mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali diperkuat melalui panen cabai keriting yang dilakukan Yon TP 829/BA.

Featured-Image
Danyonif TP 829/BA, Ketua Persit Yonif TP 829/BA, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan HSS, Kepala Desa Madang, PT AGM dan undangan melaksanakan panen cabai keriting di Desa Madang, Sabtu (11/04).

bakabar.com, KANDANGAN – Upaya mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali diperkuat melalui panen cabai keriting yang dilakukan Batalyon Infanteri (Yonif) TP 829/Bumi Antaludin.

Panen yang digelar di lahan pertanian yang dikelola Yon TP 829/BA bersama masyarakat di Desa Madang, Kecamatan Padang Batung ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu penguatan sektor pertanian daerah.

Komandan Yonif TP 829/BA, Letkol Inf Deky Febrianto, menyampaikan bahwa satuan yang dipimpinnya telah berhasil melaksanakan panen raya untuk tanaman buah dan sayur, khususnya cabai keriting.

“Alhamdulillah, kami dari Yonif TP 829/BA sudah bisa melaksanakan panen raya bidang tanaman buah dan sayur. berupa tanaman cabai keriting,” ujarnya.

Dijelaskannya, panen budidaya cabai keriting di lahan seluas 1,2 hektare tersebut sudah dilakukan yang ke-12, dan masih ada sekitar lima kali panen lagi.

“Mudah-mudahan total produksi bisa mencapai 2,5 ton. Hingga saat ini, sambungnya, produksi cabai keriting yang sudah terkumpul mencapai 1,7 ton, dan diperkirakan akan terus bertambah hingga panen terakhir,” imbuhnya.

Letkol Deky menjelaskan bahwa program pertanian Yonif 829/BA dilakukan melalui tiga peleton berbeda, yang masing-masing fokus pada komoditas tertentu.

“Di kompi pertanian kami ada peleton padi dan palawija, peleton buah dan sayur, serta peleton tanaman industri. Untuk kegiatan hari ini merupakan hasil dari peleton buah dan sayur, yang memang kami prioritaskan pada tanaman cabai keriting,” ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, fokus penanaman cabai dipilih karena tingginya kebutuhan masyarakat dan kontribusinya terhadap stabilisasi harga di wilayah setempat.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten HSS, Lutfiana, turut memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan Yonif 829/BA.

“Ini bukti nyata bahwa TNI sangat konsen dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten HSS. Cabai merupakan tanaman strategis, dan keberhasilan panen ini juga menjawab tantangan stabilitas harga untuk mencegah inflasi daerah,” jelasnya.

Menurut Lutfiana, keberadaan demplot pertanian di lingkungan Yonif 829/BA membantu menjaga harga cabai tetap stabil sehingga pemerintah daerah lebih mudah melakukan manajemen komoditas hortikultura.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan panen ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan PT Antang Gunung Meratus (AGM), pemerintah desa, dan penerapan program pertanian nasional maupun daerah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS, kata Lutfiana, membuka peluang besar untuk memperluas kolaborasi dengan Yonif 829/BA, khususnya dalam budidaya jagung.

“Kami tadi sudah berdiskusi dengan Pak Danyon dan Pak Danton. Ke depan kami berharap Yonif juga ikut dalam program jagung. Saat ini pemasaran jagung sudah terjamin karena Bulog wajib menyerap komoditas padi, beras, jagung, dan kedelai dengan harga yang ditentukan. Ini memberi kepastian bagi petani,” ujarnya.

Selain panen, Yonif TP 829/BA juga menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Bantuan tersebut berasal dari hasil budidaya satuan, termasuk cabai dan telur dari peternakan internal.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya fokus pada penguatan ketahanan pangan, tetapi juga berperan aktif membantu masyarakat melalui pemberdayaan dan dukungan sosial.

Dengan produktivitas yang terus meningkat, program pertanian Yonif 829/BA diharapkan mampu menjadi contoh sukses kolaborasi sektor keamanan dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan di Kabupaten HSS.

Editor


Comment
Banner
Banner