DPRD Balangan

Waspada Isu Hoaks, Komisi III DPRD Balangan Imbau Masyarakat Jangan Boros Beli BBM

Kondisi saat ini harga BBM masih dalam posisi stabil dan proses distribusi berjalan normal sesuai jadwal.

Featured-Image
ANGGOTA DPRD Balangan, Hafiz Ansyari.(Foto: Khairul)

bakabar.com, BALANGAN – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Balangan, Hafiz Ansari, mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panik buying menyusul beredarnya isu kenaikan harga dan potensi kelangkaan yang tengah ramai diperbincangkan.

Imbauan ini disampaikan langsung oleh Hafiz menanggapi fenomena yang terlihat di lapangan, di mana terjadi peningkatan aktivitas pengisian BBM yang cukup signifikan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), termasuk di SPBU Haur Batu Paringin, sejak akhir Maret 2026 lalu.

“Kami meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Hingga saat ini, belum ada kebijakan resmi baik dari pemerintah pusat maupun pihak Pertamina terkait penyesuaian atau kenaikan harga BBM, baik itu jenis subsidi maupun non-subsidi,” tegas Hafiz kepada awak media, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, kondisi saat ini harga BBM masih dalam posisi stabil dan proses distribusi berjalan normal sesuai jadwal. Namun, respon masyarakat yang berlebihan justru dikhawatirkan akan menciptakan masalah baru yang tidak perlu.

“Kondisi sebenarnya aman, pasokan tersedia cukup. Namun jika masyarakat berbondong-bondong memborong atau mengisi tangki secara berlebihan, hal itu justru berpotensi memicu kekosongan stok secara sementara di SPBU,” ujar politisi tersebut.

Hafiz menjelaskan, kekosongan stok sementara akibat tingginya permintaan inilah yang seringkali disalahartikan oleh publik sebagai kelangkaan atau krisis pasokan, padahal distribusi dari pusat terus berjalan lancar.

Oleh karena itu, ia meminta warga untuk bijak dalam menggunakan dan membeli BBM sesuai dengan kebutuhan harian saja.

“Gunakanlah sesuai kebutuhan, jangan ditimbun. Jika pembelian wajar, stok akan selalu tersedia dan antrean pun tidak akan memanjang. Pembelian berlebihan justru merugikan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.

Sementara itu, pihak pengelola SPBU Haur Batu juga membenarkan adanya lonjakan transaksi yang tidak biasa. Pengawas SPBU setempat, Aulia, memastikan bahwa stok BBM harian yang dikirimkan sebenarnya mencukupi untuk kebutuhan normal masyarakat.

Namun, tingginya intensitas pembelian membuat persediaan di tangki penampung menjadi lebih cepat habis dibandingkan hari-hari biasanya.

“Biasanya dengan stok yang ada, itu cukup sampai sore hari atau sebelum pengisian ulang berikutnya. Tapi karena belakangan ini pembelian meningkat drastis, stok jadi lebih cepat habis dari jadwal,” jelas Aulia.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Hafiz Ansari memastikan bahwa Komisi III DPRD Balangan akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap distribusi BBM di seluruh wilayah.

Pihaknya juga akan mengawasi agar tidak ada oknum atau pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan penimbunan atau praktik perdagangan yang merugikan masyarakat.

“Kami akan terus memantau agar distribusi tetap lancar dan harga tetap terjangkau. Masyarakat tidak perlu khawatir, silakan isi BBM secukupnya saja,” tutup Hafiz.

Editor


Comment
Banner
Banner