Borneo Hits

Wamenko Hanif Siapkan Kalsel Menjadi Penyangga Pangan Regional Kalimantan

Kalimantan Selatan menjadi salah satu sasaran dalam pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang kawasan swasembada pangan, energi, dan air.

Featured-Image
Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq. Foto: bakabar.com/Hasan

bakabar.com, BANJARBARU - Kalimantan Selatan menjadi salah satu sasaran dalam pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang kawasan swasembada pangan, energi, dan air.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan penguatan ketahanan pangan menjadi langkah penting menghadapi ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik dan ekonomi dunia.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal ketersediaan, tetapi juga kemandirian dan kedaulatan pangan. Pemerintah ingin memastikan setiap daerah mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

"Kalau dulu pemerintah lebih menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi, sekarang kedaulatan pangan wajib hadir. Kedaulatan pangan bukan hanya ketersediaan, tetapi kemandirian," papar Hanif di Banjarbaru, Senin (15/6).

Strategi ketahanan pangan nasional dilakukan melalui dua pola utama, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi. Untuk Kalsel, pemerintah akan lebih fokus pada intensifikasi karena potensi lahan pertanian yang sudah tersedia.

Wamenko Hanif menyebut infrastruktur irigasi di Kalsel sebenarnya memiliki cakupan yang besar.

Jaringan irigasi primer dan sekunder yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum disebut mampu mencakup sekitar 500 ribu hektare, sementara luas sawah yang ada sekitar 300 ribu hektare.

"Artinya ada saluran yang belum tersambung menjadi jaringan tersier sehingga belum optimal dimanfaatkan. Ini yang menjadi target kita," jelasnya.

Selain optimalisasi irigasi, pemerintah juga akan mendorong pembangunan sawah baru meski dalam jumlah terbatas. Potensi penambahan sawah di Kalsel diperkirakan sekitar 30 ribu hektare.

Penguatan sektor pangan juga akan dilakukan melalui berbagai komoditas lokal, seperti pengembangan itik, integrasi sawit dan sapi, serta pengembangan komoditas perikanan seperti ikan gabus.

Hanif bilang, Kalsel mampu mengambil peran sebagai penyangga pangan regional Kalimantan. Bahkan dengan kondisi sekarang, Kalsel telah menjadi salah satu daerah pemasok beras di Kalimantan.

"Potensi ini tidak boleh disia-siakan. Kami tingkatkan kualitasnya menjadi keunggulan kompetitif dengan memastikan seluruh sawah mendapatkan aliran irigasi," papar Hanif.

Editor


Comment
Banner
Banner