News

UTBK 2026 Digelar, ULM Batasi Aktivitas Olahraga dan Perketat Pengawasan

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memberhentikan sementara aktivitas olahraga dilingkungan kampus ULM Banjarmasin pada tanggal 21 hingga 30 April 2026.

Featured-Image
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memberhentikan sementara aktivitas olahraga dilingkungan kampus ULM Banjarmasin pada tanggal 21 hingga 30 April 2026. Foto: baha

bakabar.com, BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memberhentikan sementara aktivitas olahraga di lingkungan kampus Banjarmasin selama pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026, mulai 21 hingga 30 April.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga kondusivitas dan meminimalkan gangguan selama ujian berlangsung.

Sebanyak 11.358 peserta tercatat mengikuti UTBK-SNBT di ULM tahun ini. Untuk mendukung pelaksanaan, panitia menyiapkan 645 komputer yang tersebar di 24 laboratorium pada sembilan lokasi kampus di Banjarmasin.

Wakil Rektor Bidang Akademik ULM, Dr Iwan Aflanie, mengimbau seluruh pihak untuk menjaga ketenangan di sekitar lokasi ujian.

“Di sekitar 24 lokasi tersebut kami mengimbau untuk mengurangi kebisingan dan aktivitas yang berpotensi mengganggu. Untuk sementara, kegiatan olahraga kami batasi selama UTBK berlangsung,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan komposisi penerimaan mahasiswa baru, di mana jalur SNBT ditargetkan minimal 40 persen di setiap program studi.

“Kami mengoptimalkan jalur SNBT, bahkan sebagian besar prodi menargetkan hingga 50 persen dari total penerimaan mahasiswa,” jelasnya.

ULM turut menegaskan komitmennya sebagai kampus inklusif. Tahun ini, lima peserta disabilitas mengikuti UTBK, terdiri dari dua tunadaksa, dua tunarungu, dan satu tunawicara.

Pelaksanaan ujian bagi mereka difasilitasi dalam sesi khusus di Gedung Pascasarjana, lengkap dengan dukungan relawan sesuai kebutuhan.

Untuk mencegah kecurangan, pengawasan diperketat sejak tahap awal. Panitia berkoordinasi dengan pusat untuk mendeteksi potensi anomali data peserta.
Selain itu, pemeriksaan ketat dilakukan sebelum peserta memasuki ruang ujian, serta pemantauan intensif selama ujian berlangsung.

Peserta juga dilarang membawa perangkat elektronik seperti ponsel dan jam tangan. Seluruh barang pribadi wajib disimpan di loker yang telah disediakan.

“Jika terbukti melakukan kecurangan, hasil ujian akan langsung dibatalkan,” tegas Iwan.

ULM juga mengajak masyarakat turut menjaga suasana kondusif selama pelaksanaan UTBK, termasuk meminimalkan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebisingan di sekitar lokasi ujian.

Editor


Comment
Banner
Banner