Pemkab Tapin

Turunkan Kasus Stunting, Pemkab Tapin Serahkan Bantuan Puluhan RTLH

Dalam rangka pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting, Pemkab Tapin serahkan bantuan rehab puluhan rumah tidak layak huni (RTLH), Rabu (1/11).

Featured-Image
Pj Bupati Tapin M Syarifuddin menyerahkan kunci rumah selesai dibedah secara simbolis pada warga desa serawi untuk pencegahan stunting. Foto - Humas Pemkab Tapin.

bakabar.com, RANTAU - Dalam rangka pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting, Pemkab Tapin menyerahkan bantuan rehab puluhan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Rabu (1/11).

Untuk menurunkan kasus stunting, Pemkab Tapin tidak hanya perlu memberikan makanan bergizi. Langkah lain yang diambil adalah penyediaan sarana dan prasarana hunia yang memadai untuk masyarakat.

Penyerahan program bedah rumah secara simbolis dilakukan langsung oleh Penjabat Bupati Muhammad Syarifuddin, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten  (Sekdakab) H Sufiansyah dan Penjabat Ketua PKK Masrupah di Desa Serawi, Kecamatan Tapin Tengah.

Syarifuddin mengatakan pemberian bantuan rumah tidak layak huni merupakan salah satu program pemerintah Kabupaten Tapin untuk menurunkan kasus anak stunting.

Karena selain memberikan makanan yang bergizi, hunian yang memadai juga menjadi salah satu indikator untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

"Dengan hunian yang nyaman keluarga juga dapat meningkatkan taraf hidup keluarga. Kita juga memberikan makanan tambahan bagi masyarakat yang berhak, sehingga nantinya dapat mencegah terjadinya stunting," jelas Pj Bupati Tapin.

Sementara, Kepala Dinas Perkim, Yumanto mengatakan, penerima bantuan peningkatan kualitas RTLH sedikitnya ada 53 penerima bantuan dengan total bantuan Rp1,3 miliar.

"Ada lima kecamatan se Kabupaten Tapin yang mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni," jelasnya.

Di antaranya Kecamatan Salam Babaris sebanyak 25 rumah, Kecamatan Binuang 15 Rumah, Kecamatan Tapin Tengah 6 Rumah, Kecamatan Bakarangan 4 rumah, Kecamatan Tapin Selatan 4 penerima.

"Selain itu ada juga tiga penerima bantuan rumah tidak layak huni akibat terdampak bencana," pungkasnya.

Diketahui penyerapan anggaran stunting di Tapin untuk fisik sebanyak 60 persen dan sudah memasuk proses lelang, sedangkan non fisik sebanyak 80 persen.

Editor
Komentar
Banner
Banner