bakabar.com, BANJARBARU - Pemprov Kalimantan Selatan menyalurkan bantuan keuangan total sebesar Rp6,5 miliar kepada pemerintah kabupaten dan kota guna menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS).
Bantuan tersebut diberikan masing-masing Rp500 juta untuk setiap daerah sebagai upaya memperluas akses pendidikan, khususnya anak-anak yang putus sekolah.
Penyerahan bantuan dilakukan usai apel peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Halaman Kantor Gubernur Kalsel, Senin (4/5).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Abdul Rahim, menjelaskan bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung program pendidikan kesetaraan paket A, paket B, hingga paket C.
“Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan angka putus sekolah,” papar Rahim.
Penanganan ATS dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan di wilayah masing-masing.
Berdasarkan data terbaru, jumlah anak tidak sekolah di Kalsel masih tergolong tinggi mencapai 70.673 anak. Banjar tercatat sebagai daerah dengan angka ATS sebanyak 12.752 anak. Disusul Kotabaru sebanyak 8.686 anak, dan Banjarmasin 7.720 anak.
Berikutnya Tanah Laut mencatat 7.025 anak, Tanah Bumbu sebanyak 5.092 anak, Barito Kuala 5.091 anak, Hulu Sungai Tengah mencatat 4.525 anak, Hulu Sungai Selatan sebanyak 4.034 anak, dan Tapin dengan 4.334 anak.
Kemudian Hulu Sungai Utara sebanyak 4.279 anak, Tabalong 3.377 anak, dan Banjarbaru sebanyak 2.436 anak. Adapun jumlah terendah tercatat di Balangan dengan 1.285 anak.









