bakabar.com, BANJARBARU - Pergerakan penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru mulai menunjukkan peningkatan seiring periode libur sekolah.
Meski demikian, jumlah tersebut masih berada dalam tahap pemulihan setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan akibat pengaruh kondisi ekonomi.
Dalam beberapa waktu terakhir jumlah penumpang harian sempat turun hingga sekitar 3.000 orang untuk aktivitas datang dan berangkat.
Padahal dalam kondisi normal sebelumnya, bandara yang melayani wilayah Kalimantan Selatan itu mampu mencatat sedikitnya 6.000 penumpang per hari.
"Salah satu faktor yang memengaruhi adalah dinamika ekonomi, termasuk perubahan harga bahan bakar serta nilai tukar dolar Amerika yang berdampak terhadap sektor penerbangan," tukas General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, Kamis (25/6).
Memasuki masa libur sekolah, jumlah penumpang mulai bergerak naik. Namun peningkatan masih berada pada level normal dan belum menyamai periode dengan mobilitas tinggi seperti Idulfitri, Natal dan Tahun Baru.
"Sekarang rata-rata berada di kisaran 6.000 sampai 7.000 penumpang per hari. Terjadi kenaikan, tetapi lebih kepada kembali ke angka normal," beber Stephanus.
Di tengah situasi tersebut, Bandara Internasional Syamsudin Noor tetap menjadi perhatian sejumlah maskapai.
Beberapa rencana pembukaan rute baru mulai disiapkan, termasuk penerbangan internasional menuju Kuala Lumpur, Malaysia, serta rute domestik menuju Yogyakarta dan Balikpapan.
"Kehadiran rute baru dapat memperluas pilihan masyarakat dalam melakukan perjalanan sekaligus menjadi indikator peningkatan kebutuhan transportasi udara di Kalsel," tutup Stephanus.









