Nasional

Tanggulangi Bencana, BPBD Kalsel Terima 10 Unit Motor Trail

BPBD Kalsel mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk menanggulangi bencana memasuki musim hujan.

Featured-Image
Sepuluh motor trail diterima BPBD Kalsel untuk tanggulangi bencana di Banua. Foto-apahabar.com/Hasan

bakabar.com, BANJARBARU - BPBD Kalsel mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk menanggulangi bencana memasuki musim hujan.

Bantuan yang dibetikan berupa 10 unit motor trail untuk pemantau ke pelosok-pelosok yang rawan daerah banjir, longsong dan sebagainya.

Jika dirupiahkan, maka 10 unit motor yang diberikan itu nilainya sebesar Rp1,6 miliar.

"Alhamdulillah, kami berterima kasih sekali kepada pemerintah pusat dalam hal ini BNPB yang telah komitmen memberikan bantuan kebencanaan," papar Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan pada BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, Sabtu (25/11).

Dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat, Bambang menyebut, pihaknya akan lebih maksimal lagi dalam penanggulangan ataupun mitigasi bencana saat menghadapi musim hujan ini.

"Tentu ini sangat membantu bagi kami, bukan dari nilainya, tapi dari segi manfaatnya yang luar biasa," kata Bambang.

Selain itu, BPBD juga memasang early warning system (EWS) atau alat peringatan dini bencana di beberapa lokasi di Banua.

Penambahan EWS ini berlokasi di titik yang dianggap rawan bencana. Seperti di Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Banjar dan kabupaten lainnya.

"Kami sudah melakukan pengecekan EWS ini di beberapa kabupaten, kemarin," sahut Ariansyah, Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Kalsel.

Tujuan pengecekan ini agar memastikan alat pendeteksi dini bencana berfungsi normal.

"Jadi kami harapkan masyarakat juga terlibat dalam memelihara alat deteksi dini bencana ini," paparnya.

EWS ini berfungsi untuk memberitahukan akan timbulnya kejadian alam, dapat berupa bencana maupun tanda-tanda alam lainnya.

Peringatan dini pada masyarakat atas bencana merupakan tindakan memberikan informasi dengan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat

Adapun lokasi penempatan alat deteksi dini atau EWS ini, tersebar di seluruh Kalimantan Selatan dengan 35 unit.

Yakni 32 desa di 10 kabupaten. 2 unit di Hulu Sungai Tengah, Tabalong dan Balangan. 4 unit di Kabupaten Banjar. Kemudian 3 unit EWS di Hulu Sungai Utara dan Kotabaru.

Lima unit di Tapin, 1 di Hulu Sungai Selatan, 6 di Tanah Bumbu. Sementara, Tanah Laut menjadi kabpaten paling banyak dipasang EWS. Yakni 7 unit.

Editor
Komentar
Banner
Banner