bakabar.com, MARTAPURA - Banjir melanda Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar, sejak sebulan lebih. Akibatnya banyak kepala keluarga yang mengungsi.
Sebab ketinggian air yang menggenani rumah warga mencapai 40 sentimeter. Termasuk merendam sejumlah fasilitas umum.
Mengutip data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, tercatat sebanyak 513 rumah terendam banjir, dengan jumlah 1.500 kepala keluarga terdampak atau sekitar 3,036 jiwa.
Sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut turut terendam dengan ketinggian berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter. Sementara genangan air di rumah warga mencapai 10 hingga 40 sentimeter.
Akibat kondisi tersebut, sebanyak 83 kepala keluarga atau 235 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi pengungsian yang disiapkan di Gedung UGD eks Puskesmas Sungai Tabuk I.
Para pengungsi terdiri dari berbagai kelompok usia dan saat ini masih membutuhkan dukungan logistik serta pelayanan dasar.
Pemprov Kalimantan Selatan telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di wilayah Sungai Tabuk. Bantuan tersebut berupa dapur umum yang telah beroperasi sejak 10 hari lalu.
"Dapur umum tersebut menyediakan sekitar 7.000 bungkus nasi lengkap dengan lauk pauk setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak," papar Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, Kamis (8/1).
Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi guna memastikan penanganan banjir berjalan optimal serta kebutuhan dasar warga, khususnya para pengungsi, supaya dapat terpenuhi dengan baik.
Sementara Gubernur H Muhidin menyiapkan sejumlah bantuan lain. Seperti uang tunai yang bersumber dari kantong pribadi.
"Saya minta petugas mendata korban terdampak. Nanti akan berikan uang tunai dari uang pribadi mulai dari Rp50 ribu hingga Rp200 ribu. Tergantung kondisi rumah mereka terendam banjir. Ini untuk semua korban banjir di Kalsel," papar Muhidin.









