Hot Borneo

Sederet Persiapan Labkes Kalsel Jelang Haji 2022

apahabar.com, BANJARMASIN – Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kalimantan Selatan mulai melakukan sederet persiapan jelang keberangkatan haji 2022….

Featured-Image
Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalsel di Jalan Bumi Mas Raya, Pemurus Baru, Banjarmasin. Foto-apahabar/Riki

bakabar.com, BANJARMASIN – Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kalimantan Selatan mulai melakukan sederet persiapan jelang keberangkatan haji 2022.

Di masa pandemi, aturan tes PCR memang tidak berlaku lagi bagi jemaah haji di Indonesia.

Kebijakan itu diterapkan mengikuti aturan pemerintah Arab Saudi yang telah menghapus syarat tes PCR dan karantina bagi jemaah haji asal luar negeri.

Namun, jemaah haji tetap harus menjalani tes PCR saat hendak pulang ke Tanah Air.

Aturan tersebut bisa saja sebelum keberangkatan jemaah.

Pemerintah masih harus terus melihat situasi dan kondisi pandemi ke depan.

Oleh karenanya, Labkes Kalsel tetap siap-siap memberikan pelayanan tes kesehatan kepada calon jemaah haji.

Lagi pula, pemeriksaan calon jemaah bukan hanya soal tes Covid-19. Melainkan pemeriksaan lain seperti vaksin meningitis.

"Jadi dari sekarang memang kami sudah menyiapkan alat dan sumber daya manusianya," ucap Kepala Labkes Kalsel, Riku Ijami, Kamis (28/4).

Selasa (26/4) lalu, Labkes Kalsel juga sudah mendapat kunjungan dari Tim Surveilans Epidemiologi Kementerian Kesehatan RI.

Tujuannya lebih banyak membahas soal koordinasi pelayanan Labkes terhadap calon jemaah haji.

Diketahui, Kalsel sendiri mendapat jatah kuota haji sebanyak 1.743 orang.

Terdiri 1.732 jemaah, 1 orang pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIBU) dan 10 petugas haji daerah.

Bandara Internasional Syamsudin Noor ditunjuk sebagai embarkasi dan debarkasi haji untuk wilayah Kalsel serta Kalteng.

Tercatat, ada 2.514 jumlah penumpang dibagi 7 kloter keberangkatan.

Toh, jika aturan tes PCR sebagai syarat keberangkatan bakal diterapkan, Labkes Kalsel yang sifatnya hanya membantu pelayanan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendian Penyakit (BBTKLPP) di Banjarbaru, mengklaim tak akan kewalahan.

"Dengan punya dua alat, kita bisa saja memeriksa satu hari itu 300 sampel," tutup Riku.



Komentar
Banner
Banner