bakabar.com, HSS - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1003/Hulu Sungai Selatan (HSS) resmi ditutup di Lapangan Lambung Mangkurat, Kota Kandangan, Kamis (21/05/2026).
Penutupan dipimpin langsung Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai (TB) Mayjen TNI Zainul Arifin, menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan pembangunan fisik dan non-fisik yang dipusatkan di Desa Pantai Ulin, Kecamatan Simpur.
Pangdam menegaskan bahwa TMMD merupakan program bakti TNI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pembangunan wilayah terisolasi.
“TMMD adalah upaya membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur serta memperkuat kemanunggalan TNI-Rakyat,” ujarnya.
Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan hasil evaluasi TMMD ke-128 di Kabupaten HSS berjalan lancar, tertib, dan aman dengan capaian yang dinilai sangat menggembirakan.
“Kami mengapresiasi seluruh Satgas TMMD yang mampu menyelesaikan sasaran tepat waktu dan sesuai perencanaan,” tegasnya.
Pangdam juga berharap seluruh fasilitas yang dibangun dapat dipelihara dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.
Dansatgas TMMD yang juga Dandim 1003/HSS, Ading Priyotantoko, melaporkan sejumlah capaian pembangunan. Sasaran utama berupa peningkatan kualitas jalan dan semenisasi sepanjang 1.000 meter telah tuntas dikerjakan.
Selain itu, sasaran fisik tambahan meliputi rehabilitasi mushola, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan fasilitas MCK, pembuatan pos kamling, lapangan voli, sarana air bersih, pembukaan lahan pangan seluas satu hektare, serta penanaman 1.000 bibit pohon.
Pada sasaran non-fisik, Satgas TMMD menggelar berbagai layanan masyarakat seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan KB, pasar murah, serta penyuluhan hukum, bahaya narkoba, dan pencegahan stunting.
Bupati HSS Syafrudin Noor, yang hadir bersama Wakil Bupati Suriani serta Forkopimda Kabupaten HSS menyampaikan apresiasi atas komitmen TNI dan seluruh pihak yang terlibat.
“TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat,” ujar Bupati Syafrudin Noor.
Menurutnya, percepatan pembangunan desa tidak dapat berjalan hanya oleh pemerintah daerah. Kolaborasi lintas sektor, termasuk kehadiran TNI di tengah masyarakat, menjadi kekuatan penting dalam membangun daerah.
“Kehadiran TNI tidak hanya membangun fasilitas umum, tetapi juga menumbuhkan kedisiplinan dan rasa persaudaraan,” tandasnya.











