Borneo Hits

Ponpes Darussalam Martapura Genap Berusia 112 Tahun, Terus Cetak Ulama untuk Banua

Pondok Pesantren Darussalam Martapura di Banjar merayakan hari lahir ke-112. Ponpes ini sudah berusia seabad lebih dan banyak melahirkan alim ulama di Banua.

Featured-Image
Javanm

bakabar.com, MARTAPURA - Lebih dari satu abad menjadi pusat pendidikan Islam di Kalimantan Selatan, Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Martapura kembali menandai perjalanan panjang dengan memperingati Hari Lahir ke-112.

Pesantren yang telah melahirkan banyak ulama besar itu menegaskan komitmen untuk terus mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan mampu mengabdikan diri kepada masyarakat.

Perayaan harlah berlangsung khidmat dengan diawali lantunan syair puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an serta doa bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang lembaga pendidikan tersebut.

Sejak didirikan lebih dari seabad lalu, Ponpes Darussalam Martapura telah dipimpin oleh sejumlah ulama kharismatik. Di antaranya KH Kasyful Anwar yang dikenal sebagai salah seorang tokoh pembaru pendidikan Islam di Kalsel, hingga kini berada di bawah kepemimpinan KH Hasanuddin Badruddin.

Kepala Ponpes Darussalam Martapura, KH Hasanuddin Badruddin, mengatakan usia 112 tahun merupakan anugerah yang patut disyukuri. Menurutnya, perjalanan panjang pesantren tidak akan berarti tanpa keberkahan Allah SWT serta dedikasi para guru yang selama ini mengabdikan hidupnya untuk pendidikan.

"Tidak terasa waktu demi waktu dan masa demi masa bergulir, usia Pondok Pesantren Darussalam kini telah mencapai 112 tahun. Mudah-mudahan Allah melimpahkan taufik dan hidayah kepada seluruh guru yang mengabdi, juga kepada para santri," paparnya.

Juga diharapkan para santri tidak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan di pesantren, tetapi juga mampu mengamalkan serta menyebarkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat luas.

"Kami mengharapkan para santri dan santriwati, ketika sudah lulus, menjadi orang yang dapat mengemban ilmunya dan menyampaikan ilmunya kepada masyarakat umum," tambah Hasanuddin.

Hasanuddin juga mengingatkan para santri agar selalu menjaga kerendahan hati dan tidak pernah berhenti memohon petunjuk kepada Allah SWT. Terlebih ilmu yang tinggi harus disertai akhlak yang baik serta hidayah agar dapat memberikan manfaat bagi umat, "Sebab tanpa hidayah, maka seseorang bisa tersesat," tegasnya.

Harlah ke-112 turut dihadiri Kasubbag Kelembagaan Bina Spiritual Pemprov Kalsel, yakni HM Yusuf, bersama para ulama, guru, santri, alumni, dan masyarakat.

Pondok Pesantren Darussalam Martapura di Banjar merayakan hari lahir ke-112. Ponpes ini sudah berusia seabad lebih dan banyak melahirkan alim ulama di Banua.

Ponpes Darussalam sudah dipimpin oleh puluhan alim ulama, mulai dari KH Kasyful Anwar hingga KH Hasanuddin Badruddin.

Dari pemerintah provinsi, diwakili oleh Kasubbag Kelembagaan Bina Spiritual HM Yusuf.

Kepala Ponpes Darussalam Martapura, KH Hasanuddin Badruddin, mengatakan tidak terasa waktu demi waktu, masa demi masa bergulir, usia pesantren ini sudah mencapai 112 tahun.
​
"Mudah-mudahan dengan hari lahir Pondok Pesantren Darussalam pada hari ini, Allah melimpahkan taufik dan hidayah kepada guru-guru yang mengabdi, dan juga kepada para santri," doa sang kiai.

"Kami mengharapkan para santri dan santriwati, ketika sudah lulus, menjadi orang yang dapat mengemban ilmunya, dan menyampaikan ilmunya ke masyarakat umum," tambahnya.

Kiai Hasanuddin mengingatkan agar para santri tetap rendah hati serta selalu meminta hidayah dari Allah SWT. "Sebab tanpa hidayah, maka mereka akan tersesat," imbuhnya.

Kegiatan harlah diawali dengan lantunan syair puji-pujian kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an.

Editor


Comment
Banner
Banner