Borneo Hits

Ancaman Karhutla Meningkat, BNPB dan Pemprov Kalsel Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Pemprov Kalimantan Selatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersiap menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk menjaga

Featured-Image
Pesawat Cessna Caravan yang akan digunakan dalam OMC di Kalsel. Foto: Kompas

bakabar.com, BANJARBARU - Pemprov Kalimantan Selatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersiap menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk menjaga ketersediaan air, sekaligus menekan risiko perluasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah antisipatif tersebut dilakukan karena puncak musim kemarau di Kalsel diperkirakan terjadi Agustus 2026, sehingga potensi karhutla dan kekeringan diprediksi semakin meningkat dalam beberapa pekan kedepan.

OCM sendiri direncanakan berlangsung p15 hingga 21 Juli 2026 dengan memanfaatkan pesawat Cessna Caravan 208B registrasi PK-SNP yang akan berpangkalan di Bandara Sjamsudin Noor Banjarbaru.

Pelaksanaan OMC merupakan tindak lanjut penetapan status darurat karhutla dan kekeringan. Adapun dalam operasi, BNPB melakukan penyemaian garam (cloud seeding) di awan yang memiliki potensi menghasilkan hujan.

Sedangkan dalam pelaksanaan, BNPB menunjuk PT Milan Pillery Bersatu sebagai penyedia jasa. Sementara pengoperasian pesawat dilakukan bekerja sama dengan PT Smart Cakrawala Aviation.

Meski seluruh skenario operasi telah disiapkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan menyebut pelaksanaan masih menunggu kedatangan pesawat di Banjarbaru.

"Kami telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi untuk mematangkan persiapan operasi," jelas Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, Selasa (14/7).

"Untuk jadwal pelaksanaan, kami masih belum bisa memastikan karena masih menunggu kedatangan pesawat yang dijadwalkan, Rabu (15/7)," sambungnya.

Editor


Comment
Banner
Banner