Sindikan Narkoba Internasional

Polisi Ungkap Kendala Tangkap Raja Narkoba Fredy Banjarmasin

Pengejaran terhadap bandar narkoba Banjarmasin, Fredy Pratama alias Miming menelan banyak waktu. Miming merupakan merupakan DPO sejak 2014.

Featured-Image
Fredy Pratama Miming menjadi orang yang paling dicari Bareskrim Polri usai terindikasi menjalankan jaringan internasional peredaran narkoba di kawasan Indochina.

bakabar.com, JAKARTA - Pengejaran terhadap bandar narkoba Banjarmasin, Fredy Pratama alias Miming menelan banyak waktu. Miming menyandang status DPO alias buron sejak 2014 silam.

Buntutnya, berbagai tudingan soal beking di balik Fredy pun menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Bukan tanpa alasan, tudingan itu mengingat seorang Kasat Narkoba terungkap menjadi kaki tangan Fredy.

Menanggapi itu, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengungkapkan kendala di balik pengejaran DPO asal Banjarmasin tersebut.

Baca Juga: Selebgram NU Tersangka Sindikat Raja Narkoba Fredy Banjarmasin

Sandi Nugroho mengeklaim pihaknya butuh waktu dalam pengejaran Miming. Sebab, dalam proses pengejarannya melibatkan koordinasi dengan tiga institusi polri di negara yang berbeda.

"Fredy Pratama saat ini sedang dalam proses pengejaran, mohon doanya mudah mudahan segera tertangkap dan terungkap tentang peristiwa yang sebenarnya terjadi," ujar Sandi kepada wartawan, Kamis (21/9).

Kata dia, institusi Polri butuh komunikasi, butuh koordinasi dengan semua pihak agar bisa mendapatkan koordinasi yang signifikan.

"Namanya mencari orang tentu saja butuh proses. Kita mencari barang hilang aja kita perlu mengingat-mengingat apalagi mencari orang," sambungnya.

Baca Juga: Kasus Besar Fredy Miming, Potret Indonesia Darurat Narkoba

Sandi berjanji jika memang ada aparat penegak hukum yang membekingi Fredy Miming. Pihaknya akan menindaktegas tanpa pandang bulu.

"Yang pasti bahwa proses berjalan sesuai dengan ketentuan siapapun yang terlibat akan ditindak sesuai dengan aturan," pungkasnya.

Sebelumnya, Mabes Polri berhasil mengendus sindikat narkoba internasional. Mastermind-nya adalah Miming alias Wang Xiang Ming alias The Secret, alias Mojopahit, alias Casanova.

Fredy semula dikenal sebagai pengusaha ponsel, pria kelahiran Banjarmasin itu menjelma menjadi pengendali sabu Indochina dan ekstasi dari Thailand.

Baca Juga: DPR Desak Kapolri Bongkar Sindikat Narkoba Fredy Banjarmasin

Tiga tahun terakhir, Mabes Polri mengendus kelompok pimpinan Miming menyuplai total 10,2 ton sabu mematikan ke Indonesia. Jumlah tersebut dengan estimasi 100-500 kilo sabu dan esktasi per bulannya.

Dari transaksi gelap itu, Miming tercatat memiliki aset mencapai Rp10,5 triliun. Kurun tiga tahun terakhir saja, setidaknya sudah ada 884 tersangka dari 408 laporan terkait Miming. 

Fredy Pratama sejatinya sudah menjadi bandar narkoba sejak 2009 silam. Meninggalkan Indonesia pada 2014, Fredy yang tak pernah tertangkap kini menjelma sebagai bandar narkoba terbesar di Indonesia.

Editor
Komentar
Banner
Banner