News

Efisiensi Anggaran, Pemkot Banjarmasin Justru Sediakan 21 Mobil Listrik untuk Pejabat

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin menyediakan 21 unit mobil listrik untuk pejabatnya ditengah kondisi efesiensi anggaran tahun 2026.

Featured-Image
Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin menyediakan 21 unit mobil listrik untuk pejabatnya ditengah kondisi efesiensi anggaran tahun 2026. Foto: Bahaudin

bakabar.com, BANJARMASIN – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin justru menyediakan 21 unit mobil listrik untuk digunakan pejabat di lingkungan pemerintah kota.

Puluhan kendaraan listrik tersebut disiapkan sebagai kendaraan operasional sejumlah pejabat struktural Pemkot Banjarmasin yang memiliki mobilitas tinggi dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Kasubag Rumah Tangga dan Perlengkapan Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli, membenarkan pengadaan kendaraan tersebut. Ia menyebut pengadaan dilakukan melalui mekanisme resmi pemerintah.

“Untuk unit yang disiapkan sebanyak 21 unit, pengadaannya melalui sistem Inaproc,” ujar Zazuli.

Ia menjelaskan, mobil listrik itu sementara diperuntukkan bagi kepala dinas dan camat, mengingat jumlah kendaraan yang tersedia belum mencukupi untuk seluruh kepala SKPD.

“Mobil listrik ini diprioritaskan untuk kepala dinas dan camat. Karena jumlahnya belum mencukupi, Insya Allah akan dilengkapi melalui APBD Perubahan,” jelasnya.
Menurut Zazuli, penggunaan mobil listrik bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari kebijakan nasional terkait transisi energi bersih sekaligus upaya menekan biaya operasional daerah.

“Ini sejalan dengan kebijakan nasional tentang energi ramah lingkungan dan zero emisi. Selain itu, juga untuk mengurangi beban biaya BBM kendaraan konvensional yang selama ini cukup tinggi,” ungkapnya.
Namun demikian, pengoperasian mobil listrik tersebut dinilai perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pendukung, khususnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Terkait hal itu, Zazuli menyebut Pemkot Banjarmasin telah menjalin kerja sama dengan PLN guna mempercepat pembangunan fasilitas pengisian daya.
“Pemko sudah berkoordinasi dengan PLN. Untuk sementara, pengisian dilakukan di titik yang telah diinstalasikan dengan pendampingan teknisi PLN,” lanjutnya.

Zazuli menambahkan, pengadaan mobil listrik ini diharapkan menjadi contoh sekaligus pendorong bagi masyarakat untuk mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

“Harapannya ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat. Berdasarkan survei, pengguna mobil listrik di Banjarmasin masih sekitar 20 persen,” pungkasnya.

Editor


Komentar
Banner
Banner