bakabar.com, BANJARMASIN – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk menekan angka stunting di Kota Banjarmasin masih menghadapi tantangan besar dalam tahap awal pelaksanaannya.
Berdasarkan data tahun 2026, intervensi program bagi kelompok Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (3B) baru menjangkau sekitar 2.411 jiwa. Angka tersebut masih jauh dari total target sasaran sebanyak 42.363 jiwa, atau baru sekitar 5,7 persen dari kelompok 3B di Banjarmasin yang tersentuh program ini pada awal tahun.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, Helfian Noor, melalui Kepala Bidang Keluarga Sejahtera, Nurbaiti, menjelaskan bahwa kategori 3B memiliki kriteria khusus agar bantuan tepat sasaran.
“Sasarannya adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang sudah mulai makan usia satu tahun, tetapi belum masuk PAUD. Jika sudah terdaftar di PAUD, otomatis tidak masuk kategori 3B karena memiliki jalur program tersendiri,” jelas Nurbaiti.
Ia menambahkan, data penerima bersifat dinamis dan terus diperbarui setiap pekan oleh kader KB di lapangan.
“Data di-update setiap minggu. Bisa bertambah jika ada ibu yang baru hamil, atau berkurang jika balita sudah masuk PAUD atau ibu tidak lagi menyusui,” ujarnya.
Rendahnya capaian program saat ini dipengaruhi keterbatasan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kesiapan tenaga, serta dukungan anggaran. Setiap unit SPPG ditargetkan mampu melayani maksimal 500 orang per hari, namun realisasi di lapangan belum sepenuhnya tercapai.
QQ“Di Banjarmasin Utara, misalnya, Kelurahan Pangeran belum seluruhnya terjangkau. Di Sungai Miai sudah ada tiga SPPG, tetapi realisasinya masih di bawah 200 paket per unit dari target 500. Ini sangat bergantung pada kesiapan anggaran dan tenaga di masing-masing SPPG,” ungkap Nurbaiti.
Meski hingga Januari 2026 program MBG baru menjangkau sekitar 2.500 jiwa, Pemerintah Kota Banjarmasin tetap optimistis target 42 ribu jiwa dapat tercapai sepanjang tahun ini, seiring penambahan unit SPPG di setiap kelurahan.









