Borneo Hits

Polisi Ungkap Hasil Penyelidikan Penemuan Pria Tergantung di Marabahan Batola

Warga Jalan Panglima Batur, Kelurahan Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Barito Kuala (Batola), digegerkan penemuan seorang pria yang meninggal dalam kondisi ter

Featured-Image
Personel Unit Identifikasi Satreskrim Polres Batola melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian gantung diri. Foto: Humas Polres Batola

bakabar.com, MARABAHAN – Warga Jalan Panglima Batur, Kelurahan Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Barito Kuala (Batola), digegerkan penemuan seorang pria yang meninggal dalam kondisi tergantung di dalam rumah, Kamis (16/7) malam.

Jenazah pria berinisial SL (30) tersebut pertama kali ditemukan sang ibu sekitar pukul 19.00 Wita. Selanjutnya dibantu warga sekitar, jenazah pun diturunkan, sebelum dilaporkan ke Polsek Marabahan.

"Setelah menerima laporan, personel Polsek Marabahan dan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Batola segera mendatangi lokasi," papar Kapolres Batola AKBP Susilawati, melalui Kasi Humas Iptu Mego Budi Santoso, Jumat (17/7).

"Selanjutnya dilakukan oleh tempat kejadian perkara sesuai prosedur dan mengamankan sejumlah barang bukti," sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh SL yang mengarah kepada dugaan tindak pidana.

Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan dengan meminta keterangan dari keluarga dan sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian peristiwa.

"Berdasarkan keterangan keluarga, SL diketahui pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa dan masih menjalani pengobatan rawat jalan," jelas Budi.

Keterangan tersebut sejalan dengan barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi. Mulai dari dua keping obat Haloperidol dan selembar surat berobat ke RSJ Sambang Lihum.

Dikutip dari berbagai sumber, Haloperidol adalah obat antipsikotik yang terutama digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan mental. Obat ini termasuk dalam kelas obat butirofenon dan sering diresepkan untuk skizofrenia, psikosis akut, dan agitasi.

Haloperidol bekerja dengan memengaruhi keseimbangan neurotransmiter di otak, khususnya dopamin yang memainkan peran penting dalam pengaturan suasana hati dan perilaku.

"Adapun keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah, dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah," tambah Kapolsek Marabahan Ipda Bambang Rupaidi.

"Setelah seluruh proses penanganan di lokasi selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," tutupnya.

Editor


Comment
Banner
Banner