Dinas TPH Kalsel

Petani Kalsel Ikuti Review Paket Teknologi Komoditi Bernilai Tinggi Program IPDMIP

apahabar.com, BANJARBARU – Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kian gencar melakukan…

Featured-Image
Review paket teknologi komoditi bernilai tinggi program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP). Foto-Istimewa

bakabar.com, BANJARBARU – Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kian gencar melakukan upaya penerapan teknologi tepat guna di tingkat petani.

Salah satunya dengan melaksanakan review paket teknologi komoditi bernilai tinggi program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP).

Kepala Dinas TPH Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, kegiatan pelatihan ini sebagai ikhtiar dalam meningkatkan ketersediaan bahan pangan dan kestabilan harga, sehingga inflasi dapat terkendalikan.

"Seperti yang kita ketahui, kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM tentu berimbas pada kenaikan harga pangan, terutama komoditi bernilai tinggi seperti bawang merah dan cabai," ucap Syamsir Rahman melalui siaran pers yang diterima bakabar.com, Jumat (23/9) sore.

"Konsumsi cabai per kapita Kalsel 4,2 kg/orang/tahun, sedangkan konsumsi bawang merah per kapita Kalsel 2,9 kg/orang/tahun," lanjutnya.

Berdasarkan data statistik holtikultura Kalsel tahun 2021, produksi cabai besar sebesar 78.011 kw, cabe rawit sebesar 117.557 kw dan bawang merah sebesar 3.885,8 kw.

Jika disandingkan dengan data kebutuhan cabai Kalsel sebanyak 176.400 kw, maka masih ada surplus 19. 168 kw.

Akan tetapi, untuk komoditi bawang merah, Kalsel masih memerlukan tambahan produksi sebesar 117.915 kw.

Oleh karena itu, penyuluh pertanian diharapkan dapat meningkatkan minat dan pemahaman petani untuk berusaha tani komoditi bernilai tinggi dalam hal ini cabai dan bawang merah.

Beberapa saran teknis yang disampaikan kepada petani sering kali kurang dipahami sehingga petani tidak dapat menyerap informasi dan atau pengetahuan yang akan diberikan.

Hal ini terkait dengan keterbatasan petani dalam memahami bahasa, cara komunikasi dan metodelogi penyampaian pesan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, seorang penyuluh harus bisa menyesuaikan cara penyampaian materi teknis dengan tingkat daya serap/dipahami.

Program IPDMIP akan membantu instansi yang bertanggung jawab melaksanakan kegiatan penyuluhan tingkat provinsi dalam mengumpulkan, merevisi dan memperbaiki materi paket pelatihan teknis pertanian komoditi bernilai tinggi.

Kemudian, sekaligus memberikan rekomendasi dan atau saran kepada instansi lain, baik instansi yang memberikan layanan pelatihan kepada petani (Dinas Pertanian Kabupaten/DPIU) maupun instansi penyedia layanan informasi paket teknologi (BPTP, Balitra, BBPP) agar pesan yang disampaikan relevan dengan kebutuhan petani sehingga lebih mudah dipahami.

Melalui kegiatan ini, kebutuhan materi dan informasi paket teknologi komoditi bernilai tinggi dapat teridentifikasi dan sesuai dengan yang dibutuhkan petani.

Selanjutnya, berdasarkan hasil review ini Dinas TPH/PPIU Kalsel dapat memberikan rekomendasi materi paket teknologi komoditi tersebut.

Komentar
Banner
Banner