bakabar.com, BANJARBARU - Balai Veteriner Banjarbaru memberikan klarifikasi terkait data temuan 9 sampel positif rabies di Kota Idaman sepanjang 2025.
Dipastikan hasil tersebut bukan berasal dari kasus lapangan, melainkan dari kegiatan pengujian di instalasi percobaan laboratorium.
Ketua Tim Kerja Informasi Veteriner Balai Veteriner Banjarbaru, Wijanarko, menyebut sembilan sampel positif itu merupakan bagian dari proses uji konfirmasi laboratorium menggunakan metode inokulasi pada mencit.
"Data yang 9 positif itu merupakan hasil dari instalasi percobaan Balai Veteriner Banjarbaru. Ini bukan kasus di lapangan," papar Wijanarko, Selasa (10/2).
Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan hasil konfirmasi dari sejumlah sampel yang tidak hanya berasal dari Kalsel, tetapi juga dikirim dari laboratorium wilayah lain seperti Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
Proses konfirmasi dilakukan melalui inokulasi pada mencit sebagai bagian dari standar pemeriksaan lanjutan untuk peneguhan diagnosis terhadap dugaan rabies, "Bisa dipastikan berdasarkan data tersebut tidak ada kasus rabies lapangan di Banjarbaru," tegas Wijanarko.
Sebelumnya dalam rekapitulasi pemeriksaan Balai Veteriner tahun 2025, tercatat sebanyak 27 spesimen diperiksa menggunakan metode Fluorescent Antibody Test (FAT) dengan total 16 hasil positif.
Namun 9 di antaranya berasal dari kegiatan instalasi percobaan laboratorium, bukan dari temuan kasus hewan di masyarakat.
Wijanarko mengimbau masyarakat agar tetap tenang, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan rabies.
"Penting juga vaksinasi rutin pada hewan peliharaan serta segera melapor kepada petugas jika terjadi kasus gigitan hewan yang berpotensi menularkan rabies," imbaunya.









