bakabar.com, BANJARBARU – Hingga Rabu (15/12) siang, banjir masih merendam Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.
Kendati laporan Tanggap Darurat Bencana (Tagana) Provinsi Kalsel ketinggian air masih relatif aman.
"Laporan dari kawan-kawan sekira 30 centimeter," kata Pembina Teknis Tagana Kalsel Achmadi dihubungi bakabar.com, Rabu (15/12).
Perkiraan BMKG, sejumlah daerah di Kalsel termasuk Banjar masih bakal diguyur hujan dengan intensitas sedang-tinggi sampai beberapa hari ke depan.
Dengan kondisi ini, tidak menutup kemungkinan banjir di Kabupaten Banjar bakal meluas hingga kawasan Martapura bahkan sampai Sungai Tabuk.
"Siap-siap, karena fenomena La Nina masih panjang hingga awal tahun depan," Achmadi mengingatkan.
Dia mengimbau masyarakat untuk terus siaga. Lakukan pengungsian apabila kondisi banjir sudah mulai mengkhawatirkan dan mengganggu aktivitas.
"Toh, bila tidak ingin mengungsi, amankan barang berharga termasuk matikan aliran listrik di rumah nya agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," imbaunya.
Sementara informasi yang dihimpun bakabar.com, sejumlah desa di Kecamatan Martapura seperti Bincau, Labuan Tabu, dan Tunggul Irang sudah mulai terendam.
Pun juga dengan Kecamatan Martapura Timur, Martapura Barat serta sebagian pemukiman Sungai Tabuk.
"Sejak seminggu lalu sudah banjir dengan ketinggian di atas mata kaki orang dewasa," kata Wandy, warga Gudang Tengah Kecamatan Sungai Tabuk.
Ancaman Air Pasang
Ancaman banjir rob atau air pasang laut masih belum usai. Perkiraan BMKG fenomena ini terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Kotabaru serta bantaran Kota Banjarmasin (Sungai Barito).
Di Kotabaru, potensi air pasang bakal terjadi dari 18 sampai 25 Desember 2021. Sedang di Sungai Barito, prediksinya akan terjadi 19-29 Desember nanti.
Ketinggiannya sama-sama mencapai 2,5 – 2,8 meter dari permukaan laut (MDPL).
"Informasi ini kami sampaikan berdasarkan data dari Pushidros," kata prakirawan BMKG Stasiun Metereologi Syamsudin Noor, Rimelda Yuni Hasteti kepada bakabar.com.









