Peristiwa & Hukum

Pengakuan Suami Sebelum Istrinya Diduga Tenggelam di Sungai Amandit HSS

Herlinawati (35), korban diduga tenggelam di Sungai Amandit Desa Lungau RT 1 RK 1 Kecamatan Kandangan Hulu Sungai Selatan (HSS) ternyata sempat pergi ke pasar.

Featured-Image
Warga melihat tempat seorang wanita diduga tenggelam di Sungai Amandit Desa Lungau. Foto-bakabar.com/Ahmad Syaifin Nuha

bakabar.com, KANDANGAN - Herlinawati (35), seorang ibu diduga tenggelam di Sungai Amandit Desa Lungau RT 1 RK 1, Kecamatan Kandangan, Hulu Sungai Selatan (HSS) ternyata sempat pergi ke pasar.

Hal ini terungkap setelah salah seorang warga yang juga pedagang pasar melihat korban di pasar pada pagi hari.

Sang suami, Harni (40) kepada bakabar.com menceritakan ada pedagang sayur yang melihat bahwa Herlinawati sedang berada di pasar sekitar pukul 08.00 WITA.

"Awalnya setelah sahur bersama di rumah, saya tidur. Rupanya pagi hari istri ke pasar membeli ikan," bebernya.

Diperkirakan setelah tak lama tiba dari pasar, Herlinawati pergi ke batang (sungai) untuk mencuci pakaian.

Harni yang terbangun saat itu, selanjutnya menanyakan kepada anak laki-lakinya yang berusia 8 tahun tentang keberadaan sang ibu.

"Saya menanyakan kepada anak di mana mama. Dijawab sedang betapas (mencuci) pakaian di batang," cerita Harni.

Merasa tak enak hati, ia langsung mendatangi ke lokasi tetapi Herlinawati tidak ada.

"Tiba di batang, hanya ada pakaian dan sandal jepitannya. Kemudian lanting yang ada di lokasi juga bergeser ke tengah sungai," tuturnya.

Melihat kondisi tersebut, hati Harni semakin gusar. Dia kemudian mendatangi warung menduga bahwa sang istri sedang membeli deterjen guna mencuci pakaian.

"Di warung tidak ada, jadi kuat kemungkinan tenggelam. Lalu saya langsung menyelam sendirian di sungai tempat kejadian," ucapnya.

Baca Juga: Seorang Ibu Diduga Tenggelam di Sungai Amandit Desa Lungau HSS

Hari semakin siang, akhirnya Harni melaporkan peristiwa ini kepada Kepala Desa Lungau dan RT agar meminta tim rescue melakukan pencarian.

Keterangan suami korban, keseharian Herlinawati pergi ke sungai untuk mencuci hampir empat kali dalam seminggu.

"Padahal sudah sering diingatkan karena dia tidak bisa berenang. Pernah sampai senja tidak pulang masih di sungai, saya sambangi menyuruh agar pulang," ungkapnya.

Harni melanjutkan, padahal ada saja air di rumah untuk mencuci pakaian. Tapi kata istrinya mengecek pakaian lebih enak di sungai.

Sebelumnya diberitakan, Herlinawati diduga tenggelam saat sedang mencuci pakaian di Sungai Amandit Desa Lungau RT 1 RK 1 Kecamatan Kandangan pada Jumat (23/04) pagi.

Informasi yang diterima, hilangnya korban bermula ketika Herlinawati pergi ke sungai yang jaraknya tak jauh dari rumah sekitar 200 meter.

Dugaan hilangnya Herlinawati diketahui oleh sang anak yang ditanyakan keberadaannya oleh ayahnya.

Sampai sekitar pukul 10.00 WITA, korban tidak ditemukan hingga akhirnya tim rescue gabungan dari berbagai daerah ditambah Basarnas Unit Siaga SAR Tabalong, Damkar HSS, BPBD HSS, beserta relawan melakukan pencarian menyisir kawasan sungai tempat kejadian.

Baca Juga: Kerukunan BPK HSS Bangun Posko Pencarian Korban Diduga Tenggelam di Sungai Amandit

Editor
Komentar
Banner
Banner