bakabar.com, KANDANGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) terus memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dengan menggelar Pelatihan Pestisida Terbatas bagi 110 petani dari delapan kecamatan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Angkinang, Desa Bamban Selatan, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan yang merupakan kerja sama Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan HSS dengan Alishter tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) HSS, Muhammad Noor, mewakili Bupati HSS Syafrudin Noor.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda, Bupati HSS menegaskan bahwa penggunaan herbisida, khususnya yang berbahan aktif parakuat diklorida, memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Namun, penggunaan yang tidak tepat juga berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan dan lingkungan.
“Karena itu, pelatihan seperti ini menjadi sangat penting, agar petani tidak hanya produktif, tetapi juga aman dan bertanggung jawab dalam penggunaan pestisida,” ujar Muhammad Noor saat membacakan sambutan Bupati.
Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai materi penting, mulai dari pemahaman label produk, teknik penyimpanan pestisida, penanganan limbah, pencegahan keracunan, hingga praktik penyemprotan yang aman. Pengetahuan tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung sistem pertanian yang berkelanjutan.
Pemkab HSS juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan sektor pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan petani dan kelestarian lingkungan.
Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pola pikir petani agar lebih profesional dalam mengelola usaha tani mereka. Para peserta pun diminta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh serta aktif berdiskusi dengan para narasumber.
Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di lapangan dan disebarluaskan kepada petani lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab HSS dalam mewujudkan visi daerah yang sejahtera, mandiri, agamis, mengayomi, dan berbasis teknologi (SEMANGAT), sekaligus mendukung terwujudnya sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan sesuai visi-misi Bupati dan Wakil Bupati HSS serta Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Mengakhiri sambutan tersebut, Bupati HSS melalui Sekda secara resmi membuka Pelatihan Pestisida Terbatas bagi petani di Kabupaten HSS dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.










