DPRD Kalsel

Hj Syarifah Rugayah Serap Aspirasi Warga Saat Reses, Infrastruktur hingga Pertanian Jadi Sorotan

Hj Syarifah Rugayah melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2026 pada 13–20 Mei 2026 di sejumlah desa di Kabupaten Banjar.

Featured-Image
Hj Syarifah Rugayah melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2026 pada 13–20 Mei 2026 di sejumlah desa di Kabupaten Banjar. Foto: Humas

bakabar.com, BANJAR – Anggota DPRD Kalimantan Selatan dari Fraksi Partai Golkar, Hj Syarifah Rugayah melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2026 pada 13–20 Mei 2026 di sejumlah desa di Kabupaten Banjar.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi yang didominasi persoalan infrastruktur jalan, akses air bersih, pertanian, sanitasi, hingga penanganan banjir.

Beberapa desa yang menjadi lokasi reses di antaranya Desa Podok Kecamatan Aluh-Aluh, Desa Pejambuan dan Desa Sungai Bangkal Kecamatan Sungai Tabuk, Desa Keliling Benteng Ulu dan Sungai Rangas Ulu Kecamatan Martapura Barat, serta Desa Keliling Benteng Ilir.

Di Desa Podok, warga mengeluhkan kondisi jalan Aluh-Aluh yang rusak dan berlubang besar. Selain itu, masyarakat juga meminta penanganan penyakit kuning pada benih padi akibat serangan hama, penyediaan WC umum, serta akses air bersih dan layanan PDAM.

Sementara di Desa Pejambuan Kecamatan Sungai Tabuk, warga RT 1, 2, dan 3 menyampaikan kebutuhan perbaikan jalan usaha tani, penambahan tiang listrik, penyediaan sanitasi dan WC umum, hingga kebutuhan air bersih dan jaringan PDAM yang belum tersedia hingga kini.

Masyarakat juga mengusulkan penanganan banjir yang rutin terjadi serta bantuan perlengkapan alat dayung untuk kegiatan lomba jukung. Khusus di RT 1, warga meminta bantuan bibit padi, sayuran, pupuk, obat-obatan pertanian, serta pembangunan toilet umum di Mushola Nurul Yakin. Sedangkan RT 3 mengusulkan penambahan tiang listrik yang selama sekitar 15 tahun belum tersedia.

Di Desa Keliling Benteng Ulu Kecamatan Martapura Barat, masyarakat meminta penerangan untuk Madrasah Darussalam, bantuan RTLH untuk dua unit rumah, dan pembangunan empat unit toilet umum di lingkungan madrasah.

Kemudian di Desa Sungai Bangkal Kecamatan Sungai Tabuk, warga RT 2 meminta perbaikan jalan usaha tani yang belum mampu direnovasi secara mandiri. Dalam RPJMDes disebut baru terakomodasi sekitar 220 meter jalan, sementara masih diperlukan sekitar 800 meter lagi.

Warga juga meminta bantuan pupuk, pembentukan kelompok tani agar bantuan lebih mudah tersalurkan, bantuan pembangunan kubah Mushola Bahrul Ihyan di RT 3, serta bantuan dua unit mesin rotary diesel untuk pertanian di RT 1.

Adapun di Desa Keliling Benteng Ilir, masyarakat mengusulkan peninggian jalan lingkungan sekitar 80 sentimeter agar tidak tenggelam saat banjir serta bantuan pupuk bagi warga yang belum tergabung dalam kelompok tani.

Sementara warga Desa Sungai Rangas Ulu Kecamatan Martapura Barat menyampaikan aspirasi terkait penanganan banjir, bantuan bibit dan pupuk pertanian, pengaturan jam operasional truk mulai pukul 00.00 malam, pembangunan jembatan gantung untuk akses pertanian, hingga pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu seperti kerajinan payet dan usaha kreatif lainnya.

Hj Syarifah Rugayah mengatakan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian dan diperjuangkan sesuai kewenangan serta skala prioritas pembangunan daerah.

“Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di lapangan. Banyak persoalan mendasar yang disampaikan warga, mulai dari infrastruktur jalan, sanitasi, air bersih, pertanian hingga penanganan banjir. Semua aspirasi ini akan kami bawa dan perjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah agar dapat direalisasikan secara bertahap,” ujar Hj Syarifah Rugayah.

Ia juga menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa agar masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara langsung.

“Kami ingin pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menyentuh masyarakat pedesaan, terutama terkait fasilitas dasar, pertanian, dan akses ekonomi warga,” pungkasnya.

Editor


Comment
Banner
Banner