bakabar.com, KARANG INTAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar memperkuat arah pembangunan desa yang berkeadilan dengan meluncurkan Desa Inklusi Bi’ih bertajuk Setara dan Berdaya di Kecamatan Karang Intan.
Peluncuran Desa Inklusi Bi’ih merupakan hasil kolaborasi Pemkab Banjar bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Banjar yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Bi’ih.
Bupati Banjar yang diwakili Sekretaris Daerah Yudi Andrea menegaskan desa inklusi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal perubahan pola pikir dan tata kelola pemerintahan desa.
“Desa inklusi adalah komitmen bahwa perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya menjadi subjek pembangunan,” ujar Yudi.
Menurutnya, konsep desa inklusi sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya No One Left Behind. Pemerintah desa dituntut memastikan data kelompok rentan valid serta melibatkan mereka dalam perencanaan dan penganggaran.
Pemkab Banjar, lanjut Yudi, mendukung penuh inisiatif desa inklusi yang digagas organisasi keagamaan seperti Aisyiyah melalui kolaborasi multipihak antara pemerintah, organisasi masyarakat, sektor swasta, dan warga desa.
Sementara itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah sekaligus Koordinator Program Inklusi Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, mengatakan pembangunan desa sejatinya harus inklusif dan melibatkan seluruh kelompok masyarakat.
Dia menyebut Desa Bi’ih dipilih sebagai desa lokus karena telah memiliki Peraturan Desa tentang Desa Inklusi serta kelompok pendamping penyandang disabilitas, sehingga diharapkan menjadi contoh bagi desa lainnya.
Selain Desa Bi’ih, program desa inklusi di Kabupaten Banjar juga dikembangkan di Desa Abirau, Kelampayan Ilir, Munggu Raya, Handil Purai, Pindahan Baru, Sungai Alang, dan Sungai Besar.









