Hot Borneo

MUI Kalsel Minta Kantornya Dijaga Polisi

Buntut dari penembakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, pihak MUI Kalsel meminta kantornya dijaga polisi.

Featured-Image
Pelaku penembakan di kantor MUI Pusat saat diamankan. Foto-apahabar.com/Tito

bakabar.com, BANJARBARU - Buntut dari penembakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, MUI Kalsel meminta kantornya di setiap kabupaten dijaga polisi.

"Kami mengimbau agar MUI kabupaten dan kota dijaga oleh aparat kepolisian," kata Sekretaris MUI Kalsel, Nasrullah, Kamis (4/5).

Dia juga meminta agar kemitraan MUI dengan pemprov dan kabupaten/kota diintesifkan dalam menjaga ukhuah islamiah dan wathoniyah.

Masyarakat, lanjut dia, diminta menjaga nilai-nilai Islam Ahlusunah waljamaah dan jangan mudah terpengaruh dengan ajaran-ajaran baru yang tidak jelas asal usulnya.

Wakil Ketua MUI Kalsel, KH Hafiz Anshari, mengatakan saat ini belum ada pengamanan khusus di kantornya.

Sementara terkait aliran menyimpang yang diduga dianut pelaku penyerangan, dia mengimbau agar masyarakat tidak terpancing untuk melakukan tindakan-tindakan anarkis.

"Juga jangan mudah percaya dengan berita-berita yang tidak jelas kebenarannya. Apalagi berita yang berpotensi memecah belah umat Islam," pesannya.

Baca Juga: Bus Berpenumpang 30 Santri Masuk Jurang, Kedalaman 20 Meter

Sebelumnya, polisi membeberkan detik-detik penembakan di kantor MUI hingga membuat sejumlah pegawai terluka, Selasa (2/5).

Berdasarkan pantauan CCTV, tepat pada pukul 11.24 WIB, terlihat seorang laki-laki bernama Mustopa mendatangi kantor MUI.

"Setelah turun di depan MUI lalu ia menggunakan dengan taksi online," Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.

Tak lama berselang, pelaku memberikan ancaman dengan senjata setibanya di lobi MUI, Jalan Proklamasi. Tapi, pelaku sempat berkata hendak menemui ketua MUI.   

"Kemudian melapor di lobi kantor MUI dan diterima dan selanjutnya melakukan pengancaman dengan menggunakan senjata air soft gun," ujar Hengki.

Baca Juga: Komitmen Tanamankan Sikap Toleransi Bagi Generasi Muda Kapuas

Suasana berubah tegang ketika tiga karyawan mencoba menghindari serangan senjata lunak pelaku. Dua terluka, sedangkan satu lainnya berhasil menyelamatkan diri. 

"Ada karyawan ada tiga orang menghindari, kemudian mengarah kepada satu pintu, yang kemudian kita ketahui di TKP pintunya pecah," imbuhnya.

Usai melakukan penembakan, pelaku sempat dikejar pihak keamanan kantor MUI. Pelaku kemudian pingsan saat diamankan.

"Yang bersangkutan (pelaku) keluar, sama pamdal dan karyawan di dalam dikejar. Kemudian diamankan, beberapa saat pelaku ini pingsan," katanya.

Editor
Komentar
Banner
Banner