bakabar.com, BANJARBARU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di langit Kalimantan Selatan.
Modifikasi cuaca langit Kalsel ini untuk menekan bencana banjir di daratan yang memang rentan terdampak air bah.
Dilaksanakan sejak 9 hingga 14 Januari 2026, modifikasi cuaca kali ini telah mereduksi curah hujan sebesar 39,54 persen dibandingkan dengan nilai curah hujan yang diprediksi sebelumnya.
"Sehingga dapat meminimalisir kejadian bencana dan mempercepat penanganan kejadian bencana banjir di wilayah Kalsel," papar Direktur Kedarutan BNPB, Agus Riyanto kepada bakabar.com, Kamis (15/1).
Menggunakan Pesawat Cessna Caravan 208 bernomor regestrasi PK-SNM, modifikasi cuaca ini untuk mengubah tingkat curah hujan dengan cara menyemai awan menggunakan bahan semai (seperti NaCl dan Cao Powder) yang ditaburkan dari pesawat.
Tujuannya adalah untuk menurunkan hujan lebih awal di laut atau wilayah yang tidak rawan banjir, "Sehingga volume hujan yang jatuh di atas pemukiman padat penduduk dapat berkurang secara signifikan," jelas Agus.
Selama sepekan dilaksanakan, modifikasi cuaca menghabiskan 13.000 kilogram NaCl dan 8.000 kilogram CaO dengan 21 kali penerbangan.
Operasi modifikasi cuaca ini dilakukan BNPB dan BMKG sebagai tindak lanjut instruksi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ketika meninjau banjir di Balangan dan Banjar.
Selama dilakukan OMC, cuaca di Banjarbaru, Banjar dan sekitarnya cukup terik pada siang hari. Namun di malam hari tetap diguyur hujan deras berdurasi 5 hingga 10 menit.









