Batik Magelang

Menilik Batik Sekar Gelatik Khas Magelang yang Diekspor hingga Luar Negeri

Batik asli Kota Magelang memiliki motif bunga-bunga dan Burung Gelatik dengan warna yang terang mencolok.

Featured-Image
Popy pencetus Batik Sekar Gelatik khas Magelang (Apahabar.com/Arimbihp)

Apahabar.com, MAGELANG - Magelang tak hanya populer akan bangunan haritage dan kekayaan kesenian serta budayanya.

Daerah yang dijuluki Kota Sejuta Bunga itu ternyata juga memiliki produksi batik khas daerah yang populer hingga ke mancanegara.

Meski hampir di setiap daerah di Indonesia memiliki batik, Kota Magelang punya ciri sendiri untuk motif dan warnanya.

Sesuai jargonnya, batik asli Kota Magelang memiliki motif bunga-bunga dan Burung Gelatik dengan warna yang terang mencolok.

"Namanya motif Sekar Gelatik. Sekar artinya bunga, gelatik sebagai simbol hewan endemik yang dibudidaya di Kyai Langgeng," kata pemilik Batik Sekar Magelang, Sofie Noor Safitri (40).

Baca Juga: Sop Senerek Bu Atmo, Lebih Separuh Abad Menggoyang Lidah Warga Magelang

Kepada bakabar.com, pemilik sekaligus pencetus Sekar Gelatik yang akrab disapa Popy itu menceritakan, motif itu ia ciptakan sekitar 2002.

"Dulu saya adalah terapis di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kota Magelang, dalam pelatihan tersebut, saya mengajar batik sebagai media pembelajaran para pasien, dan ternyata mereka bisa, berlatih sabar, hasilnya pun bagus," paparnya.

Lebih lanjut, Popy menceritakan, awalnya, motif Sekar Gelatik juga ia ajarkan ke para pasien, agar lebih mudah diingat dan dibuat saat terapi.

"Motifnya bunga dan burung kan tidak rumit, jadi mengajarkannya tidak sulit, karena bagus akhirnya dipakai sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Mencicipi Kupat Tahu Pojok dari Magelang, Menu Utama Presiden Soeharto

Tak disangka, setelah ia dan para pasien mengubah kain batik tersebut menjadi baju dan dikenakan pada suatu acara resmi di instansi pemerintah kala itu, ternyata justru banyak yang tertarik.

"Banyak yang bertanya beli dimana, saya bilang produksi sendiri bersama teman-teman pasien RSJ, ternyata laku, oleh Walikota kala itu diminta untuk membuat dan dibeli beliau,"  ungkapnya.

Melihat antusiasme para Muspida dan Walikota Magelang saat membeli, Popy pun tergerak untuk memproduksi kain batik Sekar Gelatik lebih banyak lagi.

"Akhirnya kami coba mix and match dengan berbagai warna, tapi tetap dengan jenis doff," ujar Popy.

Baca Juga: Menyusuri Jejak Hoogere Kweekschool, Cikal Bakal Pendidikan Guru di Magelang

Dalam perkembangannya, lambat laun pembelinya batik Sekar Gelatik terus bertambah bahkan hingga ratusan orang dari berbagai daerah.

"Karena mulai kualahan, saya merekrut beberapa orang untuk membantu, sampai saat ini saya ada 7 karyawan," ujarnya.

Tak hanya menambah karyawan, Popy juga mulai mengembangkan beberapa motif batik yang diambil dari cerita historis dan bangunan heritage Magelang.

"Ada batik motif Tugu Aniem, batik Perang Diponegoro, itu yang paling khas dan laku keras meski harganya tergolong paling mahal," jelas Popy.

Baca Juga: Mushaf Alquran Batik Solo, Media Dakwah Unik yang Melibatkan Penyandang Tunarungu

Popy mengatakan, batik yang dibuat di rumahnya dibanderol mulai dari Rp100.000 hingga Rp1.500.000 tergantung tingkat kerumitannya.

"1 kain batik tulis diproduksi kurang lebih 2 minggu, mulai dari proses menggambar, nyanting, pewarnaan, nglorot hingga menjemur," paparnya.

Ibu 3 orang anak yang tinggal di daerah Bandongan tersebut menuturkan, batik yang ia produksi biasanya di jual langsung dari rumahnya, online, pameran musiman, serta reseller.

"Kalau dari luar negeri sudah ada yang beli seperti Singapura dan Malaysia, semoga bisa ekspor lebih jauh lagi," sambungnya.

Pernah tampil di Indonesia Fashion Week (IFW) dan dikenakan oleh Puteri Indonesia.

Baca Juga: Dukung UMKM, 'Crazy Rich' Surabaya Peragakan Busana Batik

Bukan cuma dijual, Popy menceritakan, batik Sekar Gelatik dan motif lain khas Magelang yang ia produksi juga pernah tampil beberapa kali di IFW Jakarta dan digunakan sebagai wardrobe Puteri Indonesia 2023.

"Yang terbaru kemarin baru saja digunakan untuk semua finalis Puteri Indonesia 2023 saat final, para tamu VIP (Walikota Magelang dan Dubes AS) juga memakai kain dari Sekar Batik," ujarnya.

Dalam acara tersebut, Popy berkolaborasi dengan Jacobs Aditya yang juga menjadi desainer ternama yang juga menjadi penata busana pada ajang Puteri Indonesia 2023.

"Waktu acara itu juga kain kami diborong kurang lebih 25 lembar untuk buah tangan dari Indonesia untuk tamu asing," katanya.

Ke depannya, Popy berharap, batik yang ia produksi bisa terus berkembang dan diekspor ke berbagai negara.

Editor


Komentar
Banner
Banner