Mereka mencari-cari seseorang bernama Muhammad Hamdani Alkaf. Kedatangan mereka tepat di saat Hamdani menggelar Haul Akbar ke-2, Habib Abdurrahman Alkaf.
Ketua Rabithah Alawiyah Banjarmasin, Sholahudin Baraqbah berkata jika Hamdani bukanlah seorang yang mempunyai darah keturunan Nabi Muhammad.
Sholahudin juga bilang tidak ada kuburan Habib Abdurrahman Alkaf di sekitar lokasi tersebut.
Selain itu, Sholahudin menduga Hamdani memungut sumbangan dari warga sekitar untuk menggelar kegiatan haul itu.
Hari itu, Hamdani lantas dibawa ke Mapolsek Banjarmasin Utara untuk menghindari konflik meluas.
Berselang hari, Hamdani Alkaf buka suara. Dia mengaku keturunan Habib Abdurrahman Alkaf yang dicatat resmi oleh Salatin Asyraf Azzahro (SAA) Trah Kesultanan dan Kerajaan.
SAA, kata Hamdani, merupakan organisasi yang sah dan terdaftar di Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) RI. Menurutnya, ada 8 organisasi lembaga pencatat nasab di Indonesia.
"SAA trah Kesultanan dan Kerajaan adalah lembaga pencatatan nasab Nabi di Indonesia. Sama seperti Rabithah Alawiyah. Perlu diketahui, ada delapan lembaga pencatat nasab," katanya.
Haul itu, kata dia, terganggu. Kedatangan sekelompok orang tersebut mengusik kedamaian acara keagamaan tersebut. Hamdani mengaku sudah mengantongi nama-nama orangnya untuk diadukan ke kantor polisi.
"Atas saran dari kesultanan, saya akan menempuh jalur hukum. Dengan dugaan fitnah, pencemaran nama baik, ujaran kebencian, dan provokasi. Saat ini kami sedang mengumpulkan bukti-buktinya. Saya akan laporkan ke Polda Kalsel," tegasnya.