DPRD Kalsel

Legislator Kalsel Jadi Narsum Temu Koordinasi Penerapan Logbook Penangkapan Ikan

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menjadi salah satu nara sumber…

Featured-Image
Suasana Temu Koordinasi Penerapan Logbook Penangkapan Ikan di Pelabuhan Perikanan Kotabaru Jalan Raya Stagen. Foto-Istimewa

bakabar.com, BANJARMASIN – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menjadi salah satu nara sumber dalam 'Temu Koordinasi Penerapan Logbook Penangkapan Ikan' yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalsel.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Kotabaru Jalan Raya Stagen Desa Stagen Kecamatan Pulau Laut Utara, bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada nakhoda dan pemilik kapal terkait kewajiban pelaporan kegiatan perikanan dan operasional harian kapal penangkap ikan melalui Logbook Penangkapan Ikan.

Wakil Rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini menilai kegiatan ini sangat penting dilaksanakan agar semua nelayan di Kalsel benar-benar mengetahui dan memahami penerapan Logbook penangkapan ikan bagi kelestarian sumber daya ikan.

“Kegiatan ini sangat bagus, tidak hanya bagi nelayan di Kotabaru tetapi di seluruh wilayah di Kalsel yang ada potensi perairan dan kelautannya seperti di Tanah Bumbu, Tanah Laut, Kabupaten Banjar dan ujung wilayah Kabupaten Barito Kuala. Dengan penerapan log book ini maka data sumber daya ikan yang dihasilkan di Kalsel bisa lebih akurat,” katanya, Senin (27/9).

Di samping itu, dari kegiatan seperti ini, diharapkan kendala-kendala yang dihadapi para nelayan ketika melaut dapat dideteksi lebih awal agar bisa segera dicarikan solusinya. Oleh karena itu, diharapkan para nelayan dapat memahami bahwa Pemprov benar-benar memperhatikan pencatatan hasil tangkap ikan ini sebagai bahan evaluasi terhadap hal-hal yang dianggap perlu.

“Kita juga menginginkan kendala para nelayan dapat terdeteksi secara awal, misalnya ketika hasil tangkapnya mengalami penurunan, apakah disebabkan alat tangkapnya yang kurang atau wilayah tersebut tidak lagi memiliki banyak ikan untuk ditangkap. Sehingga keberlangsungan ekosistem di laut benar-benar terjaga dan berkesinambungan,” tambahnya.

Paman Yani juga memberikan apresiasi karena terjadi kolaborasi yang baik antara DKP dan Anggota Dewan dalam kegiatan ini. Ini menunjukkan pihak eksekutif dan legislatif bisa berkegiatan bersama-sama dalam menyampaikan informasi atau peraturan yang perlu disosialisasikan.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel Rusdi Hartono yang juga menjadi Nara sumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan para nelayan dalam mengisi logbook penangkapan ikan. Mengingat hal ini sangat penting sehingga produksi tangkapan ikan di Kalsel dapat tercatat dengan baik dan untuk merumuskan kebijakan selanjutnya.

“Kita tidak akan keluarkan Surat Persetujuan Berlayar kalau tidak ada logbooknya,” tegasnya.

Sedangkan, Kepala Pelabuhan Kotabaru Nurbani mengungkapkan saat ini tercatat ada 28 unit kapal menggunakan elektronik log book penangkapan ikan.

“Saat ini Kotabaru yang terbanyak diantara beberapa pelabuhan perikanan di Kalsel karena disini memiliki banyak kapal penangkap ikan,” katanya.
Nurbani menambahkan rata-rata para nelayan sudah bisa menggunakan E-logbook. Tinggal pelaporannya yang harus terus ditingkatkan karena data ini tidak hanya di Pemprov tetapi juga ke Kementerian secara online.

Diketahui, peserta temu koordinasi ini berasal dari para nelayan yang ada tiga desa di Kotabaru dan seluruh pelabuhan di Kalsel.



Komentar
Banner
Banner