bakabar.com, BANJARMASIN - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Umar Hasan Alie Bahasyim, mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada menyikapi beredarnya informasi terkait ancaman “Super Flu” atau Virus Influenza A H3N2.
Habib Umar menekankan pentingnya menjaga ketenangan di tengah masyarakat. “Warga jangan panik, tetapi tetap harus waspada,” ujarnya. Ia mengingatkan agar masyarakat lebih fokus meningkatkan daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat, daripada ikut menyebarkan kepanikan akibat isu yang belum tentu benar.
Ia menjelaskan bahwa virus yang dimaksud merupakan Influenza A H3N2 subclade K, yaitu varian influenza musiman yang telah lama dikenal dalam dunia medis.
“Pemerintah sudah menegaskan bahwa ini bukan virus baru dan berbahaya seperti Covid-19. Istilah super flu lebih merupakan sebutan media,” kata Habib Umar, Senin (5/1/2026).
Berdasarkan data pemerintah, hingga akhir Desember 2025 jumlah kasus influenza H3N2 di Indonesia tercatat puluhan kasus, dengan Kalimantan Selatan termasuk provinsi dengan angka relatif lebih tinggi. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan bukti ilmiah bahwa virus tersebut lebih mematikan dibandingkan flu musiman pada umumnya.
Adapun gejala yang ditimbulkan antara lain demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, serta kelelahan. Namun, pada kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis, risiko komplikasi tetap perlu diwaspadai.
Habib Umar juga mengapresiasi kesiapsiagaan Dinas Kesehatan Kalsel yang memastikan layanan kesehatan tetap siaga dan terkendali. Ia mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit, serta mempertimbangkan vaksinasi influenza, khususnya bagi kelompok rentan.
“Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum terverifikasi,” pungkasnya.









