News

Kronologi Band Radja Diancam Akan Dibunuh Usai Konser di Malaysia

Grup band Radja dikabarkan diancam pembunuhan di Malaysia.

Featured-Image
Band Radja sempat mendapatkan ancaman pembunuhan seusai menggelar konser di Malaysia. Foto: Hops

bakabar.com, BANJARMASIN - Grup band Radja dikabarkan diancam pembunuhan di Malaysia.

Kronologi kejadian tersebut dimulai setelah band merasa sangat kecewa lantaran mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan, seusai menggelar konser di Larkin Arena Indoor Stadium, Johor Bahru Malaysia.

Vokalis Radja, Ian Kasela, menyebut mereka dimaki-maki, diintimidasi bahkan menerima ancaman kematian dari dua orang pria. 

Melansir dari Suara, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 25.15 waktu setempat, Sabtu (11/3). Diduga penyebabnya adalah kesalahpahaman antara pihak panitia dan grup Radja.

Menurut Ian Kasela, pihaknya tidak mengetahui soal sesi meet and greet atau pertemuan dengan para fans seusai konser. Terlebih pertemuan ini tak pernah dibahas sebelumnya.

Di samping itu, sesi foto bersama perdana menteri dan pihak kedutaan yang sebelumnya dijadwalkan, ternyata dibatalkan lantaran para pejabat urung datang.

Setelahnya, anggota grup band justru didatangi dua pria yang disebut mewakili pihak penyelenggara dan mendapat kata-kata makian dan ancaman pembunuhan. Oknum tersebut terus bertindak agresif dengan memprovokasi sambil menendang meja.

"Kami telah dimaki dengan kata-kata kasar, orang itu mengancam untuk membunuh kami jika masih berada di sekitar Malaysia," ungkap Ian Kasela, dikutip dari Suara, Senin (13/3).

"Kami agak kecewa karena telah lakukan yang terbaik untuk konser ini dan kami tidak berencana untuk berfoto bersama penggemar selama konser berlangsung," lanjutnya.

Keadaan menjadi panik karena personel Radja membawa keluarga mereka ke Malaysia. Pihak penyelenggara pun seolah tak peduli dengan situasi yang terjadi.

"Keadaan menjadi panik, karena kami datang ke Malaysia membawa anak-anak,. Namun pihak yang terlibat seperti tidak peduli dengan situasi," tegas Ian Kasela.

Akibat kejadian itu, Radja mempertimbangkan lagi untuk kembali tampil di Malaysia yang dijadwalkan usai Ramadan.

"Menurut jadwal, kami akan kembali ke Kuala Lumpur setelah Ramadan. Tapi setelah semua yang terjadi, kami menjadi bimbang apalagi menerima ancaman pembunuhan," ungkap Ian Kasela.

"Kami kecewa dengan pihak penyelenggara dan ancaman pembunuhan ini merupakan satu perkara yang serius walaupun kami telah memberikan yang terbaik," pungkas vokalis kelahiran Kalimantan Selatan ini.

Kabar terbaru, Polisi Malaysia telah menangkap dua orang yang diduga lakukan intimidasi dan ancaman pembunuhan terhadap grup band Radja. Mereka diperiksa di Polres Johor Bahru Selatan, Minggu (12/3).

Melansir Astro Awani, Kepala Polisi Johor Datuk Kamarul Zaman Mamat, mengatakan pria lokal berusia 37 tahun dan pria asing berusia 48 tahun itu ditangkap sekitar pukul 15.30 waktu setempat.

"Kedua pelaku terancam pidana penjara maksimal 7 tahun atau denda atau keduanya, jika terbukti bersalah melakukan tindakan kekerasan," papar Datuk Kamarul Zaman Mamat.

Editor


Komentar
Banner
Banner