Borneo Hits

Kasus DBD di Banjarbaru Diklaim Menurun

Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Banjarbaru diklaim berangsur turun. Menginjak pekan ketiga Februari 2024, tercatat hanya ada 56 kasus. 

Featured-Image
Kadinkes Banjarbaru, Juhai Triyanti, ketika ditemui awak media di Balai Kota Banjarbaru. Foto: bakabar.com/Fida

bakabar.com, BANJARBARU - Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Banjarbaru diklaim berangsur turun. Menginjak pekan ketiga Februari 2024, tercatat hanya ada 56 kasus. 

Angka tersebut memang jauh lebih sedikit dibanding Januari 2024 sebanyak 177 kasus. Bahkan Pemko Banjarbaru sempat menyatakan waspada Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.

Adapun penurunan kasus disebabkan beberapa faktor. Salah satunya cuaca yang berangsur lebih panas, selain berbagai upaya pencegahan.

"Kasus DBD mulai turun. Namun upaya pencegahan terus berlanjut untuk menekan pertumbuhan jentik atau nyamuk," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Juhai Triyanti, Jumat (16/2). 

Upaya pencegahan yang dilakukan di antaranya mengintensifkan Gerakan Serentak Banjarbaru Sapu dan Punahkan Jentik (Gertak Bapuputik).

Kemudian gotong royong Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M seminggu sekali. Juga menguras penampungan air, menutup rapat penampungan air dan mendaur ulang barang bekas. 

Dinas Kesehatan Banjarbaru juga masih mengatensi sejumlah kecamatan rawan DBD seperti Banjarbaru Utara, Banjarbaru Selatan dan Landasan Ulin. Sedangkan kasus terendah tercatat di Cempaka.

"Sebenarnya peningkatan kasus di Januari 2024 lalu tidak hanya terjadi di Banjarbaru. Hampir seluruh Kalsel terjadi peningkatan dan paling tinggi di Banjar," tukas Juhai.

"Alhamdulillah kami tidak mendapatkan kasus kritis hingga meninggal dunia akibat DBD," tutupnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner