bakabar.com, BANJARBARU - Sekolah Rakyat (SR) masuk dalam program strategis nasional. Program ini menyerap Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) sebesar Rp6,6 triliun.
Program tersebut merupakan salah satu rencana strategis Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.
Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyebut Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi bagi anak-anak yang belum pernah mengenyam pendidikan formal, tidak sekolah, putus sekolah, hingga mereka yang berpotensi berhenti sekolah akibat keterbatasan ekonomi dan kondisi sosial keluarga.
Pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan hak dasarnya untuk mendapatkan pendidikan yang layak dengan kehadiran Sekolah Rakyat.
"Program ini tidak main-main. Saya tidak akan main-main dengan program strategis Presiden ini, dan tidak boleh ada yang main-main dengan pelaksanaannya," tegas Gus Ipul seusai peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Senin (12/1).
"Anak-anak Indonesia harus melanjutkan sekolah dan tidak boleh berhenti," imbuhnya.
Menurutnya pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Karena itu, sekolah rakyat tidak hanya difokuskan pada angka partisipasi sekolah, tetapi juga pada keberlanjutan pendidikan anak agar mereka mampu menyelesaikan jenjang pendidikannya.
Berbeda dengan program pendidikan pada umumnya, sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran secara terbuka. Dijelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah berbasis data dan kondisi sosial ekonomi keluarga.
Sasaran program ini adalah rumah tangga kepala keluarga yang telah teridentifikasi sebagai kelompok rentan dan membutuhkan intervensi negara.
"Target bukan anak yang mendaftar sendiri, tetapi rumah kepala keluarga yang menjadi sasaran program. Negara hadir langsung menjemput mereka yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan," paparnya
Melalui skema tersebut, Kementerian Sosial bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah, untuk memastikan data penerima manfaat akurat dan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran.
Pengawasan ketat juga akan dilakukan agar anggaran besar yang digelontorkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Gus Ipul berharap, dengan implementasi sekolah rakyat, angka anak putus sekolah di Indonesia dapat ditekan secara signifikan.
"Semoga program ini menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesempatan hidup yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia," tuntasnya.









