Pemkab Tapin

Gelar Rembuk Stunting, Perusahaan di Tapin Ikut Ambil Peranan

Dalam rangka percepatan penurunan angka stunting Pemerintah Kabupaten Tapin gandeng perusahaan melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting, Selasa (30/4).

Featured-Image
Acara rembuk stunting di Aula Kantor Satpol PP Tapin. Foto: Humas Pemkab Tapin

bakabar.com, RANTAU - Dalam rangka percepatan penurunan angka stunting, Pemkab Tapin menggandeng perusahaan untuk melaksanakan kegiatan rembuk stunting, Selasa (30/4).

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapin H Sufiansyah mengatakan rembuk stunting dilakukan untuk mengevaluasi rencana kerja berdasarkan data diperoleh.

"Alhamdulillah angka stunting di Tapin mengalami penurunan dari sebelumnya 14,5 persen menjadi 14,4 persen. Ini berkat kerjasama kawan-kawan juga pihak perusahaan yang terlibat," jelas Sufiansyah.

Sufiansyah berharap kedepan angka stunting di Tapin bisa lebih rendah lagi, karena akan dilakukan audit menyeluruh.

"Dengan demikian upaya menurunkan angka stunting di setiap desa dapat dilakukan dengan upaya-upaya dan inovasi," tutur Sufiansyah.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Alfian Yusuf, menyampaikan sesi rembuk stunting ini juga dilakukan diskusi bersama bersama sejumlah perusahaan.

Di antaranya adalah publikasi hasil analisis data situasi yang menguraikan isu dan permasalahan utama di wilayah ring satu masing-masing serta rumusan prioritas program kegiatan penanganan stunting berdasarkan hasil analisis. 

"Perusahaan banyak berperan penting dalam penurunan angka stunting di Tapin. Mulai dari bantuan pengadaan alat, pembagian BLT, air bersih, dan lainnya," beber Alfian.

Tidak cukup disitu, bahkan pihaknya juga melakukan pengambilan lokus sendiri di wilayah ring satu di beberapa desa untuk dilakukan intervensi kordinasi dengan pemerintah setempat.

Perusahaan yang terlibat di antaranya PT BRE anak perusahaan Hasnur dan Padang Karunia Group, PT Antang Gunung Meratus (AGM), dan PT HRS.

"Bagaimana pun masalah gizi, stunting ataupun yang lain harus melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ketiga pilar ini harus bersinergi mengatasi problem kesehatan," pungkas Alfian.

Editor


Komentar
Banner
Banner