Pemkab Barito Kuala

Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir di Batola Didorong Naik Kelas

Seusai penyelenggaraan edisi kelima, Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir di Barito Kuala (Batola) didorong naik level dalam beberapa tahun mendatang.

Featured-Image
Penampilan salah satu peserta Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir V/2023 di Batola, Minggu (22/10) malam di Lapangan 5 Desember Marabahan. Foto: Dokpim Batola

bakabar.com, MARABAHAN - Seusai penyelenggaraan edisi kelima, Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir di Barito Kuala (Batola) didorong naik level dalam beberapa tahun mendatang.

Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir V/2023 telah rampung digelar di Lapangan 5 Desember Marabahan, Minggu (22/10) malam.

Sanggar Karamunting dari Hulu Sungai Selatan (HSS) sukses menjadi juara umum, sekaligus membawa pulang piala bergilir.

Berbeda dengan empat penyelenggaraan sebelumnya, Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir merupakan rangakaian Batola Serumpun Festival 2023.

Kegiatan lain yang terangkai adalah Festival Kuliner Bakumpai dan Purun Fashion Carnaval. Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 17 kecamatan dan peserta umum.

Baca Juga: Sanggar Karamunting HSS Borong Gelar Juara Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir di Batola

Namun untuk edisi selanjutnya, Dinas Kepemudaan Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Batola didorong untuk lebih bekerja keras.

"Alhamdulillah masih bisa menikmati keindahan dan keunikan seni tari serumpun Melayu," papar Penjabat Bupati Batola, Mujiyat, ketika menutup pelaksanaan Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir 2023.

"Namun kalau bicara serumpun, berarti berasal dari satu akar yang sama. Artinya harus dipikirkan agar edisi tahun depan bisa menghadirkan peserta dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan Sumatera," tegasnya.

Kehadiran peserta dari mancanegara tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam menjadikan Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir sebagai warisan tak benda.

"Setelah dijadikan event identitas dan agenda rutin di Batola, Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir dapat diajukan ke Kementerian Pariwisata agar menjadi event nasional yang diingat dan dinantikan," papar Mujiyat.

"Bagaimanapun seni adalah masa depan yang bisa mendongkrak ekonomi. Terlebih seni adalah sumber daya terbarukan yang dinamis, berkembang dan berdaya saing," sambungnya.

Penjabat Bupati Batola, Mujiyat, mendorong agar Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir merangkul peserta dari negara serumpun. Foto: Dokpim Batola
Penjabat Bupati Batola, Mujiyat, mendorong agar Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir merangkul peserta dari negara serumpun. Foto: Dokpim Batola

Di sisi lain, penggiat seni juga tidak berhenti berinovasi lantaran telah memiliki panggung yang tetap setiap tahun.

"Imbasnya adalah ekonomi kerakyatan berbasis seni akan terjadi di Batola," jelas Mujiyat yang juga Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalimantan Selatan.

Sebelumnya Kepala Disporbudpar Batola, Sabirin, sudah memiliki rencana dalam penyelenggaraan Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir VI/2024.

"Kami berencana memajukan jadwal penyelenggaraan menjadi Juni 2024 dengan tujuan menjaring lebih banyak peserta," jelas Sabirin.

Baca Juga: Promosi Budaya dan Produk Lokal, Batola Gelar Serumpun Festival 2023

Diketahui banyak peserta peserta dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang berminat berpartisipasi di Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir V.

Namun mereka akhirnya membatalkan berpartisipasi, lantaran bentrok dengan jadwal event serupa di daerah masing-masing.

Sebaliknya pelaksanaan Festival Tari Serumpun Pesisir V juga dimajukan agar tak terlalu dekat dengan masa kampanye Pemilu 2024 yang dimulai 28 November 2023.

"Sementara kalender event di Batola juga padat menjelang akhir tahun. Setelah Batola Serumpun Festival 2023, akan digelar Tour de Batola," tukas Sabirin.

Editor
Komentar
Banner
Banner