Festival Ramadan Rutan Rantau, Ajang Pembinaan Rohani Warga Binaan

Suasana syahdu menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelasi IIB Rantau saat Festival Ramadhan resmi dibuka dengan perlombaan adzan di Masjid Al-Hidayah.

Featured-Image
Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelasi IIB Rantau saat Festival Ramadhan untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP). Foto - Rutan Rantau.

bakabar.com, RANTAU – Suasana syahdu menyelimuti Rutan Kelasi IIB Rantau saat Festival Ramadan resmi dibuka dengan perlombaan azan di Masjid Al-Hidayah, Senin (17/3).

Acara ini dihadiri Plt Kepala Rutan Rantau, Rahmad Pijati, beserta pejabat struktural, mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang turut meramaikan festival ini.

Perlombaan azan menjadi salah satu ajang bagi WBP untuk mengasah keterampilan keagamaan dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Lima peserta terbaik yang telah melalui proses seleksi dan pelatihan sebelumnya tampil dengan penuh khidmat, melantunkan azan dengan tartil dan tajwid yang benar.

Rahmad Pijati mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara ini serta harapannya agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

"Kami berencana untuk menjadikan perlombaan ini sebagai agenda tahunan dalam rangka pembinaan keagamaan bagi warga binaan," paparnya.

"Harapan saya, ilmu yang diperoleh dari pelatihan dan lomba adzan ini dapat bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat," lanjutnya.

Tidak hanya perlombaan azan, Festival Ramadan Rutan Rantau juga menghadirkan berbagai kompetisi keagamaan lainnya, seperti lomba tahfiz dan lomba cerdas cermat Islami. 

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara pihak Rutan Rantau dan mahasiswa KKN UIN Antasari, yang turut memberikan bimbingan kepada WBP dalam persiapan lomba.

Festival Ramadan di Rutan Rantau menjadi bukti nyata bahwa pembinaan keagamaan terus dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan.

"Kami harap WBP dapat mengambil hikmah dan manfaat, menjadi pribadi yang lebih baik, serta siap kembali ke masyarakat dengan semangat baru dan pemahaman keislaman yang lebih mendalam," tutup Rahmad.

Editor


Komentar
Banner
Banner